RA Al Kahfi Balikpapan

RA Al Kahfi Balikpapan Raudhatul Athfal Al Kahfi adalah lembaga pendidikan anak usia dini berbasis aqidah islam yang bertem

Penerimaan Peserta Didik BaruTahun Ajaran 2025/2026RA Al KahfiInfo PendaftaranWA Admin: 089518631822
12/01/2025

Penerimaan Peserta Didik Baru
Tahun Ajaran 2025/2026
RA Al Kahfi

Info Pendaftaran
WA Admin: 089518631822

AlhamdulillahSemoga Allah memberikan keistiqomahan serta kemudahan untuk belajar dan memahami Al Qur'an. Aamiin
04/01/2025

Alhamdulillah
Semoga Allah memberikan keistiqomahan serta kemudahan untuk belajar dan memahami Al Qur'an. Aamiin

Dirgahayu Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 79Jum'at, 03 Januari 2025
03/01/2025

Dirgahayu
Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 79
Jum'at, 03 Januari 2025

Selamat Hari Guru Nasional25 November 2024Semoga Allah berikan keistiqomahan dalam belajar dan mengajarkan ilmu yang ber...
25/11/2024

Selamat Hari Guru Nasional
25 November 2024

Semoga Allah berikan keistiqomahan dalam belajar dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat.

22/11/2024
Siswa SiswiTahun Ajaran 2023-2024Maa sya Allah Barokallahufiikum
08/07/2024

Siswa Siswi
Tahun Ajaran 2023-2024

Maa sya Allah Barokallahufiikum

RA Al Kahfi Balikpapan Menerima Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2023-2024Kontak Person: 089518631822
14/05/2023

RA Al Kahfi Balikpapan Menerima Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2023-2024

Kontak Person: 089518631822

02/03/2023

Field Trip to UPTD PBD Wilayah Balikpapan Barat
Kamis, 02 Maret 2023

17/01/2023

Late Post

Kegiatan berkuda Murid RA Al Kahfi Balikpapan

25/10/2022

MEMBUKA RUANG BERTANYA PADA ANAK
Oleh : Ustazah Yanti Tanjung

-Dengan membukakan realitas alam, manusia dan kehidupan berikut memberikan ananda informasi tentang sebuah nama benda misalnya, atau nama sebuah tempat, nama sebuah jenis transportasi, dsb., atau bisa juga memperlihatkan sebuah fakta keberadaan ruang di rumah, gang-gang ataupun jalan-jalan yang dilewati akan memberikan stimulus tersendiri bagi ananda untuk bertanya, itu apa, ini dari mana, untuk apa, bagaimana menggunakannya dsb.

Bisa juga ananda melihat suatu peristiwa atau kejadian yang baru dia saksikan yang tentunya banyak tanya dan membutuhkan penjelasan. Saat itulah proses berpikir anak usia dini dirasa optimal berjalan apabila bunda dengan kecerdasan berbahasanya mampu menakbirkan dalam kesederhanaan berpikir anak dengan komunikasi yang interaktif agar anak dapat memahami hakekat yang dia lihat.

Hariz, saat belajar tentang thoriqul iman agar semakin memahami dari mana asal alam manusia dan kehidupan, untuk apa ketiganya diciptakan dan kemana manusia setelah mati, diberikan beberapa fakta tentang tata surya di jagad raya melalui media video. Mengingat fakta ini tidak dapat dijangkau dengan melihat langsung.

Saat dia menyaksikan bahwa bumi itu bersama planet yang lain, berikut betapa besarnya cahaya matahari yang menerangi bumi dan juga planet lainnya, dan ternyata ada planet yang lebih besar dari matahari, bagaimana bila planet lain menabrak bumi sehingga semua isi perut bumi keluar sehingga terjadi hari kiamat, ternyata memunculkan banyak tanya yang tidak terduga.

“ Umi kita tinggalnya di planet mana ? Umi kanapa ada bumi ?Umi kalau bumi hancur kita mati ya, lalu dikubur (padahal gak perlu dikubur)... Umi yang tinggal di planet yang itu orang –orang jahat ya sambil menunjuk planet pollux....Hariz kan orang baik tinggalnya di bumi ya mi....Pertanyaan demi pertanyaan terus beruntun tentunya membutuhkan jawaban-jawaban, informasi-informasi yang benar.

Suatu waktu saat Hariz melewati kuburan karena sebelumnya juga sudah pernah melewatinya, kali ini pertanyaan-pertanyaannya bertambah. Umi di kuburan itu ada mayat ya....nanti mayatnya kemana mi, mayat yang baik masuk surga ya mi, kalau masuk neraka mayatnya jahat ya mi.....kalau dulu ketika melewati kuburan yang sama, Haris berceloteh, umi gak boleh mati karena yang boleh masuk kuburan hanya orang-orang jahat, he he....

Ketahuilah saat pertanyaan-pertanyaan ini memenuhi ruang belajar ananda dan bunda, inilah moment yang krusial untuk kecerdasan berpikir anak. Layanilah semaunya anak bertanya dan membutuhkan jawaban-jawaban melebihi dari yang dia tanyakan, tataplah matanya dengan seksama dan baca apa sesungguhnya yang dia pikirkan dan lihat fithrohnya yang hanif membutuhkan penjagaan yang bersih. rasakan juga sensentuhan naluri yang dimilikinya naluri beragama yang membutuhkan penguatan berpikir.

Ruang belajar seperti ini sayang dilewatkan, karena disinilah penanaman landasan aqidah juga jalinan interaksi yang sangat produktif yang kelak menjalin keterbukaan antara ibu dan anak dalam satu sudut pandang yang sama dalam melihat semua persoalan kehidupan yaitu basis aqidah.

Saat ibu menunda sholat kita akan melihat ananda mengingatkan kenapa bunda belum sholat juga sekarang sudah jam sekian, masih beres-beres. kenapa bunda masih makan sambil berdiri, minum minuman yang tidak thoyyib, umi gak boleh marah kepada anak ya, umi harus bersabar. Ungkapan-ungkapan ini memandang dengan sudut pandang yang sama yaitu aqidah, penuh kekhawatiran bila bundanya juga berbuat salah.

Lambat laun anak semakin memahami hakekat dirinya, menuntun dia menapakai jalan hidup yang benar karena landasan aqidah yang benar. Menuntunnya untuk menapaki jalan hidayah yaitu islam hingga masuk dalam kaffah nya Islam.

Tidak semua anak leluasa untuk bertanya dan mendapatkan jawaban, disebabkan ibu tidak memahami betapa pentingnya basis aqidah di usia dini. Terkadang ibupun seakan tak peduli dengan pertanyaan-pertanyaan anaknya karena kesibukan atau entah apalah. Sejatinya seorang ibu paham bahwa basis aqidah itu sudah harus tuntas di usia dini, sebab di fase selanjutnya adalah usia pengokohan aqidah dengan segudang tsaqofah Islamiyyah.
-------
Wag DuniaParenting
https://chat.whatsapp.com/JZvIFrRyQFUBK2RC7XgBBy






___
https://bit.ly/DuniaParenting_FACEBOOK
https://bit.ly/DuniaParenting_INSTAGRAM
https://bit.ly/DuniaParenting_TWITTER
https://bit.ly/DuniaParenting_TELEGRAM

18/10/2022

*Pengasuhan Adalah Utang Orang Tua Pada Anak*
Oleh : Ustaz Iwan Januar

- Oxana Malaya adalah gadis cilik bernasib mengenaskan dari Ukraine. Pada tahun 1991 sejumlah orang menemukan Oxana hidup di antara sekump**an anjing di sebuah kandang. Usianya delapan tahun ketika itu dan ia sudah tinggal di sana selama enam tahun. Kedua orangtuanya pemabuk dan suatu hari mereka meninggalkan Oxana di luar rumah.

Demi mencari kehangatan, gadis kecil itu merangkak menuju kandang anjing di pertanian kemudian meringkuk bersama anjing-anjing gelandangan dan kemungkinan besar tindakan itu menyelamatkan hidupnya.

Karena hidup bertahun-tahun dengan kawanan anjing, gadis Ukraina itu berlari layaknya anjing, dengan kaki dan tangannya, menjulur-julurkan lidah, memperlihatkan gigi dan menggonggong. Dan karena hampir tak pernah berhubungan dengan manusia, kata yang ia tahu cuma “ya” dan “tidak”.

Oxana adalah contoh ekstrim dampak sebuah ‘pengasuhan’. Anak-anak yang tumbuh dari pengasuhan yang gagal akan kehilangan sifat kemanusiaannya. Semakin banyak dan sering anak kehilangan pengasuhan dan kasih sayang, semakin banyak defisit sifat kemanusiaan pada mereka.

Banyak riset menunjukkan anak-anak dan remaja berperilaku antisosial adalah buah penelantaran pengasuhan dari orang tua mereka. Akal dan batin mereka kering, akibatnya mereka gampang bersikap kasar secara verbal atau fisik pada orang lain, membully, emosi meledak-ledak, atau cuek pada lingkungan, sampai terlibat dalam aksi kejahatan. Ada juga yang muncul sebagai anak yang inferior, tidak punya kepercayaan diri, pemurung dan penyendiri.
Psikolog Kory Floyd PhD dalam Psycholog Today mengistilahkan anak-anak dan orang dewasa yang berperilaku seperti itu sebagai kelompok yang mengalami ‘lapar sentuhan’ (skin hunger).

Ia mengatakan tubuh manusia memberikan sinyal ketika lapar maka membutuhkan makan, haus membutuhkan minum, dan letih membutuhkan tidur. Demikian p**a ketika mereka mengalami kekurangan kasih sayang maka tubuh akan merespon dengan perasaan ‘lapar sentuhan’. Orang yang mengalami lapar sentuhan dalam hidupnya akan merasa kurang bahagia, kesepian, dan lebih merasa depresi juga stress. Mereka juga memiliki kepuasan hubungan sosial yang rendah dan terkena kondisi alexithymia, suatu kondisi dimana mereka kesulitan mengekspresikan dan mencerna emosi.

Karenanya pengasuhan adalah utang orangtua pada anak, dan itu menuntut pembayaran. Orang tua yang jarang meluangkan waktu bersama dengan anak akan membuat anak merasa terasingkan dan mengalami kesulitan membangun hubungan sosial dengan orang lain. Anak yang sering dimarahi orang tua, dapat panggilan buruk, dicela, akan kehilangan kepercayaan diri, mudah marah, dan membully orang lain.

Ketika mereka beranjak dewasa perilaku itu terus menjadi. Tidak sedikit orang tua dipusingkan dengan tingkah laku putra-putri mereka yang tidak dewasa pada usianya. Minim tanggung jawab, tak ada keinginan untuk berumah tangga, dan ketika sudah berkeluarga sering terlibat cekcok dengan pasangan dan menelantarkan anak.

Pahamilah kalau itu semua adalah ‘tagihan’ pengasuhan yang dituntut anak dari orang tua. Anak-anak yang minim pengalaman kasih sayang dan terus mengalami lapar sentuhan dari keluarga. Musibah ini bisa berlanjut saat berkeluarga karena mereka tak memiliki pengalaman dalam membagi kasih sayang pada pasangan dan anak-anak mereka. Rumah tangga semacam ini rentan mengalami perceraian.
Orang tua harus mewaspadai terjadinya utang pengasuhan pada anak yang berdampak lapar sentuhan pada anak. Karena hal ini bisa berdampak pada masa depan anak, bahkan pada keluarga yang mereka bangun.

Karenanya sedari dini orang tua patut mewaspadai defisit pengasuhan pada anak-anak. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

PERTAMA, meluangkan waktu untuk memberikan waktu berkualitas bersama anak seperti saat mereka sakit, bagi rapot, pentas di sekolah, dan sesekali mengantar ke sekolah atau tempat pengajian. Rasulullah SAW. selalu menghibur anak-anak yang bersedih seperti saat ada seorang anak berjuluk Abu Umair bersedih karena burung peliharaannya mati. Beliau menghampiri dan menghiburnya.

KEDUA, memberi perhatian dan kasih sayang yang penuh pada mereka. Simak celoteh anak dan singkirkan gadget Anda. Saat memeluk mereka maka peluklah erat dan ekspresikan suara Anda seperti orang yang kangen lama tak bertemu dan katakan Anda sayang pada mereka. Rasulullah SAW. sering bercanda dengan cucu-cucu Beliau, bermain kuda-kudaan, atau menggendong mereka saat shalat.

KETIGA, hindari marah yang tak perlu, apalagi kata-kata celaan dan pukulan pada anak. Rasulullah SAW. menyebutkan bahwa ciri seorang muslim yang baik adalah yang orang lain selamat dari gangguan lidahnya dan tangannya. Bila Anda harus menghukum mereka, maka berilah hukuman yang sepadan sesuai tuntunan Syariah Islam.

KEEMPAT, saat mereka sudah beranjak baligh atau remaja, tetaplah beri kasih sayang dengan kadar yang pas. Perlakukan mereka seperti orang dewasa, beri tanggung jawab, dan puji sikap baik mereka. Nabi SAW. adalah orang yang tak lepas memberikan pujian kepada para sahabat dan mendoakan mereka.

Sumber : iwanjanuar.com
----
Wag DuniaParenting
https://chat.whatsapp.com/GC2RQfB030SCqZNl0UXtSD






___
https://bit.ly/DuniaParenting_FACEBOOK
https://bit.ly/DuniaParenting_INSTAGRAM
https://bit.ly/DuniaParenting_TWITTER
https://bit.ly/DuniaParenting_TELEGRAM

Selamat Tahun Baru Hijriyyah 01 Muharrom 1444 HKegiatan Muharrom Ceria murid RA Al Kahfi
30/07/2022

Selamat Tahun Baru Hijriyyah
01 Muharrom 1444 H

Kegiatan Muharrom Ceria murid RA Al Kahfi

Address

Jalan Telindung Rt 86 Kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara
Balikpapan
76125

Telephone

085753257335

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RA Al Kahfi Balikpapan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share