07/05/2013
Daily News – Selasa, 07 Mei 2013
Yen Terpantau Menguat Terbatas; Investor Pilih Ambil Untung Sejenak
Pergerakan melemah yen yang terjadi selama tiga sesi berturut-turut hingga kemarin, hari ini tampak cenderung mengalami perubahan arah (07/05). Yen terpantau bergerak menguat terhadap dollar AS, menjauh lagi dari level tujuan 100 per dollar AS. Hari ini yen bahkan mengalami kenaikan hingga mencapai ke level 98-an per dollar lagi.
Pada tanggal 3 Mei lalu yen mengalami penurunan ke level 99-an per dollar AS untuk pertama kalinya dalam satu minggu belakangan setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa tingkat pengangguran melemah ke level 7.5 persen. Sementara NFP di bulan April mengalami peningkatan sebesar 165.000, lebih dari estimasi.
Pada perdagangan hari ini mata uang yen Jepang tampak menguat lagi di tengah keinginan para pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung. Pasar tampak minim arahan setelah didorong data minggu lalu, dan masih belum ada data lain yang bisa membuat penurunan yen bertahan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para pelaku pasar forex untuk melakukan aksi ambil untung.
Hari ini yen terpantau sempat mengalami peningkatan hingga mencapai ke posisi 98.84 per dollar AS. Posisi yen tersebut mengalami peningkatan dibandingkan penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 99.33 per dollar AS.
Analis Research dari Consulting memperkirakan bahwa pergerakan yen terhadap dollar AS akan cenderung mengalami peningkatan lanjutan. Yen berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 98.70 – 99.30 per dollar AS
Neraca Perdagangan Australia Surplus, Belum Bisa Angkat Aussie
Rilis data neraca perdagangan untuk bulan Maret di Australia menunjukkan kondisi yang lebih baik dari estimasi (07/05). Tercatat surplus perdagangan yang terjadi di bulan tersebut mencapai 0.31 miliar aussie dollar, atau lebih besar dari ekspektasi yang hanya mengharapkan suprlus sebesar 0.2 miliar aussie dollar. Neraca perdagangan ini membaik dibandingkan bulan Februari sebelumnya yang mencatatkan defisit sebesar 0.18 miliar aussie dollar.
Sementara itu data indeks harga property untuk kuartal pertama lalu di Australia justru menunjukkan kenaikan yang jauh di bawah estimasi. Indeks harga property hanya mengalami kenaikan sebesar 0.1 persen, jauh dari estimasi kenaikan sebesar 1.9 persen. Di kuartal keempat sebelumnya kenaikan harga di sektor property mencapai 1.6 persen.
Kedua data yang berlawanan ini membuat pergerakan aussie menguat terbatas. Sentimen positif yang diberikan oleh kenaikan signifikan surplus negara perdagangan tampak ditahan oleh sektor property yang masih muram. Sementara itu para pelaku pasar juga masih menantikan rilis data suku bunga acuan dan komentar Gubernur RBA mengenai outlook ekonomi di Australia. Penetapan suku bunga akan dilakukan pada pukul 11.30 WIB nanti.
Hari ini aussie terpantau berada di posisi 1.0236 dollar. Aussie mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan kemarin yang berada di level 1.0254 dollar. Pada perdagangan kemarin aussie sempat mengalami penurunan hingga ke posisi 1.0223 dollar yang merupakan level paling rendah sejak tanggal 2 Mei.
Analis Research dari Consulting memperkirakan bahwa pergerakan aussie pada perdagangan hari ini akan dipengaruhi oleh penetapan suku bunga acuan dan outlook ekonomi oleh RBA. Jika data yang muncul lebih baik atau sesuai harapan, aussie berpotensi rebound, akan tetapi jika data yang diumumkan ternyata lebih buruk, mata uang ini berpotensi akan makin tertekan melemah.
Euro Melempem; Draghi Nyatakan Bahwa ECB Siap Kembali Potong Bunga Acuan
Pada perdagangan hari ini mata uang euro tampaknya masih akan mengalami penurunan terhadap dollar AS (07/05). Euro mempertahankan pergerakan melemahnya terhadap dollar AS setelah Presiden ECB Mario Draghi menyatakan bahwa para pembuat kebijakan siap untuk kembali menurunkan suku bunga acuan apabila dibutuhkan untuk menggenjot ekonomi kawasan euro.
Pada pengumuman penetapan suku bunga acuan pekan lalu ECB memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan di kawasan euro sebesar 25 bps menjadi 0.5 persen yang merupakan level rekor terendah sepanjang sejarah. Dalam pengumuman penetapan suku bunga acuan tersebut Mario Draghi juga menyatakan kemungkinan untuk dilakukan kebijakan deposit rate yang negatif.