04/02/2019
Cara Mengatasi Tembok Retak Pada Bata dan Penyebabnya
Cara mengatasi tembok retak wajib Anda ketahui demi kenyamanan rumah dan penghuninya. Tembok retak bila dibiarkan terlalu lama bisa menyebabkan air hujan merembes ke dalam pori-pori dinding. Akibatnya ruangan dalam rumah menjadi lembab.
Masalah tembok retak erat hubungannya dengan pelaburan plesteran dan acian pada saat membangun rumah. Plesteran merupakan penutup batu bata atau batako, yang terbuat dari campuran semen, pasir dan air. Hasil laburan plesteran masih terlihat kasar namun cukup rapi dan kuat menutup dinding batu bata. Sedangkan Acian adalah laburan dinding yang terdiri dari campuran semen dan air saja. Hasil laburan acian ke dinding terlihat sangat halus dan siap dipercantik dengan cat. Plesteran dinding dikerjakan setelah proses pemasangan instalasi listrik, p**a dan plumbing di seluruh rumah. untuk mendapatkan kualitas plesteran dan acian yang kuat dan tahan lama, maka pelaburan acian dilakukan setelah plesteran dinding kering 2-3 hari.
Pada banyak kasus dinding rumah retak-retak, penyebab utamanya adalah plesteran dinding rumah yang belum kering benar sudah langsung dilabur aci. Akibatnya kadar air dalam plesteran masih jenuh tertutup oleh semen yang bersifat kedap air. Jadilah dinding mudah retak bahkan acian lepas.
1. Tembok Retak Pada Bata
Dinding retak pada bata terjadi karena adanya gempa bumi yang menyebabkan pondasi rumah goyang. Retakan semacam ini menyebabkan bata pecah dan menyebabkan keretakan pada plesteran dan acian. Retakan yang terjadi biasanya tegak lurus panjang atau menyamping. Celah retakan akan semakin lebar bila bangunan kembali bergerak.
Cara mengatasi tembok retak yang disebabkan oleh struktur bata dan pergerakan pondasi adalah sebagai berikut.
• Buat celah kecil antara dinding dengan balok atas untuk mengurangi tekanan. Selanjutnya isi celah tersebut dengan karet atau styrofoam. Untuk menyamarkan celah sumpalan tersebut, bisa Anda tutup dengan lis kayu atau gypsum.
• Kemudian buka retakan pada dinding selebar satu sentimeter sampai ke bata. Buat adukan semen pasir dengan perbandingan 1:5 untuk menutup retakan pada dinding sampai penuh dan rapi. Biarkan kering hingga kurang lebih tiga hari.
• Setelah kering, rapikan celah yang sudah terisi plester dengan acian putih. Setelah acian kering, labur tembok dengan plamir dan siap Anda cat kembali.
Apabila terjadi pergerakan pada pondasi karena gempa dan terjadi keretakan namun hanya bagian plesteran dan acian saja. Anda tetap perlu memeriksanya. Apakah keretakan sampai membuat bata pecah. Apabila keretakan hanya terjadi pada Acian, hal ini menandakan struktur bangunan Anda cukup kuat. Cara memperbaiki keretakan ini sama dengan cara sebelumnya. Membuka retakan selepar satu sentimeter sampai ke bata dan menambalnya dengan adukan semen pasir dengan perbandingan 1:5.
Sumber Artikel : https://rumahlia.com/perawatan/dinding-tembok/cara-mengatasi-tembok-retak
Duta Graha Persada - Jasa Renovasi
No. Telp : 081315390473