03/03/2018
Sudah Mahal, Eh Kualitas Jelek. Bagaimana Cara Mengecek Kualitas Bangunan Rumah?
Beli rumah bukan hanya soal menyediakan duit sekian ratus juta rupiah, lalu blass, urusan selesai. Kita harus berhati-hati dan waspada untuk mengantisipasi pengembang yang nakal.
Kalau anak nakal sih bisa dikasih tahu. Kalau yang nakal pengembang, duit hasil banting tulang dan meres darah bisa hilang gak berbekas. Mau kasih tahu pengembangnya? Udah kabur duluan.
Dalam hal membeli rumah, konsumen memang kadang gak jeli. Yang pertama harus diperhatikan adalah legalitas rumah, misalnya sertifikatnya ada atau gak, status tanahnya gimana. Belilah rumah yang jelas asal-usulnya.
[Baca: Perhatikan Kelengkapan Surat Saat Membeli Rumah Biar Tak Menyesal]
Kemudian, cek kualitas bangunan rumah tersebut. Ini yang sering dilupakan orang. Jangan sampai menganggap rumah yang mahal pasti bagus materialnya.
Apalagi asal beli rumah yang penting murah. Gimana kualitasnya? Jangan-jangan baru dihuni sebulan-dua bulan tembok retak, atap bocor, dan lain-lain. Atau malah developer gak bangun sampai tuntas.
[Baca: Lakukan Ini Kalau Sudah Akad Kredit dengan Bank tapi Developer Ingkar Janji]
Banyak orang yang belum tahu cara mengecek kualitas rumah. Memang sih, bahan material rumah itu terdengar seperti bahasa alien buat orang awam.
Rumah itu sejatinya tempat berlindung, kalau kualitas gak aman bagaimana bisa melindungi?
Namun sebagai pembeli rumah kita mesti setidaknya tahu sedikit soal jenis material bangunan. Paling gak ada tiga jenis material dinding yang mesti kita ketahui seluk-beluknya, yaitu gipsum, batako, dan bata.
Kelebihan dan Kekurangan
Gipsum
Gipsum adalah material campuran bubur kertas dan kapur. Biasanya dinding pembatas (partisi) yang pakai gipsum, bukan dinding utama. Langit-langit juga sering berbahan gipsum.
Kelebihan
– Tampak lebih elegan
– Bisa divariasikan, misalnya ada yang dibikin menonjol pada dinding
– Gampang dipindah (lepas-geser), sisa bongkaran hanya lubang di lantai yang bisa diakali dengan mengganti ubin atau ditambal
– Suhu udara di tiap ruangan lebih terjaga, gak terpengaruh suhu di ruangan lain
– Mudah dan cepat dipasang
– Tipis, sehingga gak makan tempat
– Kalau bolong/rusak, gampang diperbaiki
Kekurangan
– Total biaya pemasangan tinggi
– Kurang bagus menyerap suara
– Kurang tahan air
– Jika kurang perawatan, bisa berjamur akibat lembap
Saat ini ada beberapa varian gipsum yang tahan air, api, dan lebih kedap suara. Tapi, harganya tentu saja lebih mahal.
Cara mengecek: dinding gipsum umumnya lebih tipis, jika diketok terasa gak begitu padat, dan kurang kedap suara.
Gipsum juga bisa dimanfaatkan untuk menghias dinding dan langit-langit rumah
Batako
Batako terbuat dari semen dan pasir kasar yang di-press atau dicetak padat. Ada p**a batako dari campuran kapur, batu tras, dan air. Rumah dengan dinding berbahan batako umumnya lebih murah.
Kelebihan
– Lebih murah
– Ukuran besar, sehingga bisa memangkas biaya total pembelian
– Lebih gampang dipotong
– Pemasangan cepat, ringan, gak perlu direndam air sebelum dipasang
– Lebih tahan air
– Gak perlu diplester jika yang masang kurang ahli
Kekurangan
– Gampang retak
– Jika kurang hati-hati saat masang paku, bisa pecah
– Membuat ruangan terasa panas dan pengap
Cara mengecek: dinding terasa kopong atau lowong saat diketok, ruangan terasa panas saat cuaca di luar panas terik, gampang dilubangi paku
Bata
Batu bata terbuat dari tanah liat yang dicetak kotak, dijemur, lalu dibakar sampai kering. Proses itu yang bikin bata ini berwarna merah. Batu bata lebih sering dipakai orang sejak dulu.
Kelebihan
– Harga relatif murah
– Gampang didapat
– Gak perlu perekat khusus
– Lebih tahan api
– Lebih tahan air
– Suhu udara di ruangan gak panas
Kekurangan
– Boros dalam pemakaian perekat
– Bisa tersisa banyak alias sia-sia tak terpakai karena ukurannya yang seragam dan kecil-kecil
– Makan waktu pemasangan
– Lebih berat, sehingga bisa membebani fondasi rumah
Cara mengecek: ketika diketok, dinding terasa padat. Susah dipaku dengan paku biasa.
Selain murah, rangka atap baja juga anti rayap pastinya
Selain tiga material dinding tersebut, ada bahan lain yang perlu kita pahami juga. Yaitu bahan rangka baja ringan dan kayu.
Orang-orang zaman dulu lebih sering memilih rangka kayu, terutama kayu jati. Sebab memasangnya gampang dan dianggap kuat.
Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, banyak orang mulai memilih rangka baja ringan. Sebab, rangka baja ini punya kelebihan yang gak dimiliki kayu:
– Gak berisiko menambah besar kebakaran jika rumah terbakar
– Gak gampang menyusut-memuai
– Tahan air
– Ringan
Meski demikian, rangka baja ringan bisa lebih mahal ketimbang kayu. Namun, untuk urusan rangka, kita gak boleh main-main.
Percuma jika dinding kokoh dan cakep tapi rangkanya keropos. Sekali kena angin, byaaarr… Ambruk itu rumah.
Tapi, tentu saja harus memperhitungkan bujet untuk mengejar kualitas rumah. Jika bujet terbatas, cari yang sesuai dulu. Nanti setelah rumah berdiri bisa sedikit demi sedikit dipermak jadi makin keren.
Toh, rumah adalah investasi yang menjanjikan. Mungkin kelak rumah itu bisa dijual, lalu bangun rumah lagi dengan spesifikasi yang lebih asoy.
[Baca: Bisnis Properti Nggak Cuma Soal Jual Beli, Coba Cari Untung Lewat Bisnis Sewa Properti]
Yang jelas, pastikan dulu developer gak bohong soal spesifikasi rumah. Bilangnya pakai batu bata, eh ternyata pakai batako kelas bawah.
Kalau susah memastikan materialnya, bisa ajak orang yang berpengalaman dalam urusan rumah. Brosur dan bahan promosi developer juga harus disimpan buat jaga-jaga. Jika sewaktu-waktu ketahuan developer bohong, kita punya bukti kuat.