26/07/2019
Langkah-langkah menanam umbi gladiol:
Sebelum ditanam, siapkan dulu wadah dan media tanamnya. Jika di pot, gunakan pot yang tingginya memadai, misal pot standar 30 cm. Wajib mengisi lapisan terbawah dengan kerikil atau cacahan bata agar poros menjaga umbi tidak terendam dan menjadi busuk. Metan dapat menggunakan campuran tanah + sekam + kompos, boleh ditambahkan sedikit pasir. Jangan gunakan kompos atau pupuk organik lainnya yang masih basah.
Lepaskan lapisan pembungkus umbi yang mirip kulit bawang. Cuci dan bersihkan umbi.Rendam umbi sekitar 2-3 jam dalam air bersih, jika perlu tambahkan fungisida sebagai preventif agar tidak terserang jamur.Umbi langsung ditanam. Meskipun ditanam di permukaan, umbi tetap akan tumbuh. Tetapi disarankan ditanam lebih dalam (5-7 cm dari permukaan) agar batang daun dan bunganya lebih kokoh tidak gampang roboh.Agar gladiol bermekaran silih berganti di pot, bisa dilanjutkan tanam umbi-umbi berikutnya dengan selang waktu 2 minggu. Gali pelan-pelan cukup aman karena akar dari umbi sebelumnya tumbuh di bawahnya.
Penyiraman dua atau sekali saja sehari, amannya melalui pinggiran pot saja, atau melalui tatakan. Hanya dalam hitungan beberapa hari saja, umbi akan bertunas.
Pertumbuhan akan melambat memasuki daun ke-4. Mulai harus bersabar menunggu daun ke-5, ke-6, dan ke-7. Setelah daun ke-7, maka yang tumbuh selanjutnya adalah batang bunga (floret).Keseluruhan proses dari tanam sampai berbunga membutuhkan waktu sekitar 3 bulan.
Setelah selesai berbunga, biarkan tanaman tetap di pot sampai daunnya mulai menguning. Bongkar dan ambil umbi-umbi barunya yg terbentuk di sekitar umbi lama. Pisahkan menurut ukuran. Umbi-umbi ini memasuki masa dormansi. Cuci bersih, angin-anginkan selama beberapa hari, lanjutkan dengan cold treatment. Dormansi sudah terlewati dicirikan dengan adanya bakal akar berupa tonjolan putih melingkar di bagian bawah umbi, disertai munculnya mata tunas di bagian atas.