29/05/2026
Salman al Nabahin, seorang petani asal Jalur Gaza, Palestina, mendadak menjadi perhatian dunia setelah tanpa sengaja menemukan lantai mosaik kuno era Bizantium saat menggali lahannya di kamp pengungsi Bureij untuk menanam pohon zaitun. Penemuan itu terjadi ketika putranya menghantam benda keras di bawah tanah menggunakan kapak, lalu menemukan susunan batu kecil berwarna warni yang membentuk pola rumit serta gambar hewan dengan detail yang masih sangat jelas meski terkubur selama ratusan tahun.
Setelah dilaporkan kepada otoritas Palestina, tim arkeolog memastikan mosaik tersebut berasal dari era Bizantium sekitar abad ke 5 hingga ke 7 Masehi dengan usia diperkirakan mencapai 1.700 tahun. Lantai mosaik itu dihiasi pola geometris rapi serta gambar burung dan hewan khas Bizantium dengan warna yang masih cerah. Sedikitnya ditemukan 17 gambar hewan dan burung pada bagian mosaik yang telah dibuka.
Arkeolog Prancis, René Elter, menyebut temuan tersebut sebagai salah satu mosaik terindah yang pernah ditemukan di Gaza. Menurutnya, detail pola, kualitas pengerjaan, dan kekayaan warna menunjukkan bahwa bangunan itu kemungkinan merupakan tempat penting bernilai tinggi pada masanya, diduga sebuah gereja atau pusat keagamaan Kristen era Bizantium.
Penelitian lanjutan juga menemukan pecahan tembikar, kaca kuno, tanah liat, hingga sisa pondasi pilar granit di sekitar lokasi. Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina kemudian bekerja sama dengan arkeolog internasional untuk mengamankan situs tersebut dan melakukan penggalian hati hati menggunakan teknologi survei modern guna mencari kemungkinan bangunan lain yang masih terkubur.
Salman al Nabahin mengaku tidak pernah menyangka lahannya menyimpan peninggalan sejarah sebesar itu. Ia menegaskan mosaik tersebut bukan sekadar harta karun, melainkan bagian penting dari sejarah Palestina yang harus dijaga. Penemuan ini kembali mengingatkan dunia bahwa Jalur Gaza bukan hanya wilayah konflik, tetapi juga kawasan yang menyimpan jejak panjang berbagai peradaban kuno sejak ribuan tahun lalu.