24/02/2026
Apa itu 14 Dhomir?
Sebelum masuk ke kaidah perubahan kata, kita harus mengenal 14 "aktor" atau pelakunya. Bahasa Arab sangat spesifik membedakan pelaku berdasarkan:
Orang: Pihak ke-3 (yang dibicarakan/ghaib), Pihak ke-2 (lawan bicara/mukhatab), Pihak ke-1 (pembicara/mutakallim).
Jenis Kelamin: Laki-laki (Muzakkar) dan Perempuan (Muannats).
Jumlah: Tunggal (Mufrod), Dua (Mutsanna/Tasniyah), Jamak (Plural).
Berikut adalah 14 Dhomir tersebut:
A. Pihak Ketiga (Dia/Mereka - Ghaib)
ูููู (Huwa): Dia 1 laki-laki
ููู
ูุง (Huma): Dia 2 laki-laki
ููู
ู (Hum): Mereka (3+) laki-laki
ูููู (Hiya): Dia 1 perempuan
ููู
ูุง (Huma): Dia 2 perempuan
ููููู (Hunna): Mereka (3+) perempuan
B. Pihak Kedua (Kamu/Kalian - Mukhatab)
7. ุฃูููุชู (Anta): Kamu 1 laki-laki
8. ุฃูููุชูู
ูุง (Antuma): Kalian 2 laki-laki
9. ุฃูููุชูู
ู (Antum): Kalian (3+) laki-laki
10. ุฃูููุชู (Anti): Kamu 1 perempuan
11. ุฃูููุชูู
ูุง (Antuma): Kalian 2 perempuan
12. ุฃูููุชูููู (Antunna): Kalian (3+) perempuan
C. Pihak Pertama (Saya/Kita - Mutakallim)
13. ุฃูููุง (Ana): Saya (lk/pr)
14. ููุญููู (Nahnu): Kami/Kita (lk/pr, atau untuk pengagungan)
KAIDAH I: TASRIF FI'IL MADHI (Kata Kerja Lampau)
Fi'il Madhi adalah kata kerja yang menunjukkan kejadian di masa lampau. Bentuk dasarnya adalah dhomir ูููู (Dia 1 lk) yang biasanya terdiri dari 3 huruf (contoh standar: ููุนููู - fa'ala).
Prinsip Utama Perubahan Fi'il Madhi:
Perubahan pada Fi'il Madhi hanya terjadi di AKHIR KATA (Sufiks/Akhiran).
Rincian Kaidah:
Bentuk Dasar (ูููู): Tidak ada tambahan. Huruf terakhir berharakat Fathah.
Contoh: ููุนููู (fa'ala)
Menunjukkan Dua (ููู
ูุง lk): Tambahkan Alif (ููุง) di akhir.
Contoh: ููุนูููุง (fa'alaa)
Menunjukkan Jamak Laki-laki (ููู
ู): Tambahkan Wawu sukun dan Alif (ููููุง). Huruf asli terakhir berubah menjadi Dhommah.
Contoh: ููุนูููููุง (fa'aluu)
Menunjukkan Dia 1 Pr (ูููู): Tambahkan Ta' Ta'nits Sakinah (ta' sukun yang menunjukkan perempuan) (ููุชู).
Contoh: ููุนูููุชู (fa'alat)
Menunjukkan Dia 2 Pr (ููู
ูุง pr): Tambahkan Ta' berharakat fathah dan Alif (ููุชูุง).
Contoh: ููุนูููุชูุง (fa'alataa)
TITIK KRUSIAL (Mulai dari ููููู sampai akhir):
Mulai dari dhomir ููููู (mereka pr), huruf asli terakhir dari kata kerja (Lam fi'il) harus DISUKUN (MATI). Kemudian ditambahkan akhiran dhomir yang berharakat.
ููููู (Mereka pr) + ูู : ููุนููููู (fa'alna)
ุฃูููุชู (Kamu lk) + ุชู : ููุนูููุชู (fa'alta)
ุฃูููุชู (Kamu pr) + ุชู : ููุนูููุชู (fa'alti)
ุฃูููุง (Saya) + ุชู : ููุนูููุชู (fa'altu)
ููุญููู (Kami) + ููุง : ููุนูููููุง (fa'alnaa)
KAIDAH II: TASRIF FI'IL MUDHORI' (Kata Kerja Sekarang/Akan Datang)
Fi'il Mudhori' menunjukkan kejadian yang sedang atau akan terjadi.
Prinsip Utama Perubahan Fi'il Mudhori':
Perubahan terjadi di AWAL KATA (Prefiks) DAN seringkali di AKHIR KATA (Sufiks).
A. Kaidah Awalan (Huruf Mudhoro'ah):
Setiap Fi'il Mudhori' WAJIB diawali oleh salah satu dari 4 huruf "ANITA" (ุฃ ู ู ุช):
Huruf Yฤ' (ููู): Untuk Pihak Ketiga Laki-laki (Huwa, Huma lk, Hum) dan Jamak Perempuan Ghaib (Hunna).
Koreksi khusus: Hunna menggunakan Ya: ููููุนููููู
Huruf Tฤ' (ุชูู): Untuk Pihak Ketiga Perempuan (Hiya, Huma pr) DAN SEMUA Pihak Kedua (Anta s/d Antunna).
Huruf Hamzah (ุฃู): Untuk Pihak Pertama Tunggal (Ana - Saya).
Huruf Nลซn (ููู): Untuk Pihak Pertama Jamak (Nahnu - Kami).
B. Kaidah Akhiran (Sufiks):
Bentuk Tunggal Standar (Huwa, Hiya, Anta, Ana, Nahnu):
Akhirannya adalah harakat Dhommah (ูู), tanpa tambahan huruf, kecuali Anta (lihat poin 4).
Contoh (Huwa): ููููุนููู (yaf'alu)
Contoh (Ana): ุฃูููุนููู (af'alu)
Menunjukkan Dua (Mutsanna):
Tambahkan Alif dan Nun kasrah (ููุงูู) di akhir.
Contoh (Huma lk): ููููุนูููุงูู (yaf'alaani)
Contoh (Antuma): ุชูููุนูููุงูู (taf'alaani)
Menunjukkan Jamak Laki-laki (Hum, Antum):
Tambahkan Wawu sukun dan Nun fathah (ูููููู) di akhir.
Contoh (Hum): ููููุนููููููู (yaf'aluuna)
Menunjukkan Kamu 1 Perempuan (Anti):
Tambahkan Ya' sukun dan Nun fathah (ูููููู) di akhir.
Contoh (Anti): ุชูููุนููููููู (taf'aliina)
Menunjukkan Jamak Perempuan (Hunna, Antunna) - "Nun Niswah":
Huruf asli terakhir DISUKUN, lalu tambahkan Nun fathah pendek (ูููู). Bentuk ini mabni (permanen, tidak berubah meski kemasukan 'amil).
Contoh (Hunna): ููููุนููููู (yaf'alna)
Contoh (Antunna): ุชูููุนููููู (taf'alna)
TABEL RANGKUMAN TASRIF LUGHAWI (Pola ููุนููู)
Berikut adalah penerapan kaidah di atas dalam satu tabel utuh. Perhatikan perubahan yang dicetak tebal.