Filsafat Untuk Usia Dini

Filsafat Untuk Usia Dini PENGETAHUAN datang dan pergi, FILSAFAT tetaplah Abadi. Setiap orang berfilsafat ...

02/06/2026

A true philosopher grows wiser as he grows older.
A half-baked philosopher grows increasingly confused and unclear as he ages. What does he want, where is his direction, and how does he act? He just stares blankly and thinks, then die alone.
.. and that's me.

19/05/2026

Fusion of horizons is the encounter between horizon of the past and of the present in the projection to the future. It takes place in all kind of understanding which is influenced by historically effected consciousness. -Hans Georg Gadamer-

16/05/2026
12/05/2026

Putra tertua saya bertanya, "Apakah perang Iran vs AS dan Israel akan terjadi?". Mayoritas para ahli dan pakar militer, analis strategis, pengamat pertahanan menyatakan terjadi, walau masih tipis-tipis. Analisis Sosiologi membutuhan kausalitas yang komprehensif. Saya membayangkan Marx sedang mengisap cerutu Kuba, secangkir kopi Jamaika di Chiringuito, ia berkata, “Para ahli, terlalu banyak disuapi oleh si Hegel, lupa bahwa Dialektika Materialisme memilki Negasi-negasi yang harus "Aufheben".

09/05/2026

Saya hadir dan mendengarkan diskusi politik, beberapa mahasiswa mengungkapkan kegundahannya terhadap perpolitikan Indonesia dewasa ini yang dianggap tidak sesuai dengan harapan dan cita-cita rakyat. Kata-kata dan teriakan demokrasi seperti goblok, bodoh, tolol, tidak empati atau peduli, bangsat dan kata-kata caci maki lainnya membahana hingga ke sudut-sudut ruang.
Selesai diskusi, tanpa hasil yang signifikan, seorang mahasiswa bertanya kepada saya tentang diskusi kali ini. “Semoga kamu umur panjang dan bisa kembali lagi ke sini 20 tahun yang akan datang dan ikut hadir di acara seperti ini. Perhatikanlah, kelak, orang-orang (mahasiswa) yang sekarang ini mencaci maki, maka akan kamu lihat, mereka ini pun akan dicaci maki oleh orang-orang (mahasiswa) p**a dimasa depan”. Jawab saya.
Hari ini mereka mencaci, besok mereka akan dicaci, dan begitu terus berulang, persis, sama selamanya. Inilah yang dinamakan sebagai “Pengulangan Abadi atau Kembalinya yang Kekal”. Istilah ini sudah ada sejak awal mula filsafat tumbuh. Stoikisme menyebutnya sebagi Historic Recurrence, begitu p**a Epedokles. Konsep ini menjadi fenomenal oleh Nietzsche yang menyebutnya sebagai Eternal Recurrence atau Eternal Return dengan Amor Fati-nya. Dalam Teologi, konsep yang sama diusung oleh Mircea Eliade.

20/04/2026

Stoicism encompasses the process of self-control in perception, response, and action. Using sound rationality to understand things. Developing wisdom to achieve moral authenticity. Accepting things beyond one's control as amor pati. Valuing life to focus on what is truly important.

15/04/2026

Saya antusias membaca tulisan Tuan Reza A.A Wattimena di Rumah Filsafat tentang filsafat yang dirasa kurang mem-bumi di Indonesia. Ada lima tanda dan tujuh penyebab. (Das Ding) An Sich. Filsafat di Indonesia terbangun secara konvergen, Filsafat Timur plus kearifan lokal dengan aroma Yunani yang diperbaharui pemikiran Eropa-Amerika.

Istilah Nietzsche, ‘Gott ist tot’, tidak ditemukan dalam diskusi warung kopi. Bahkan tema di podcast-podcast akademis pun sulit ditayangkan. Jangankan hal radikal seperti itu, kajian yang lebih lunak seperti Fashl al-Maqal nya Ibnu Rusyd (Averroes) pun jarang dimunculkan. Nama Fukuyama tidak dikenal oleh komunitas mahasiswa Filsafat.

Apapun itu, tulisan Tuan Reza A.A Wattimena menggambarkan bahwa filsafat, bila alurnya Yunani, di Indonesia adalah Eropa pada abad pertengahan (dengan kondisi sekarang). Hal ini masih bisa diperdebatkan dan Indonesia adalah Labolatorium filsafat yang terlihat hasilnya di 500-1000 tahun ke depan.

07/04/2026

Mahasiswa saya, semester 7, memiliki jiwa revolusioner. Apapun kebijakan pemerintah kerap dikritik, bahkan salah. Dalam salah satu opini yang pernah diungkapkan olehnya adalah pemberontakan dan pembangkangan terhadap negara.

Saat saya seusianya, dulu, saya pun memiliki ideologi yang hampir sama. Seiring waktu dan usia, mentalitas saya berkembang, kerangka berpikir saya terbangun dari berbagai sudut pandang dan perspektif. Paradigma tentang revolusi, pemberontakan, atau istilah yang setara, kini melebur pada apa yang disebut oleh Hans-Georg Gadamer sebagai Fusion of Horizons. Dimana seseorang meleburkan diri dalam pemahaman di masa kini dengan perspektif masa lalu. Peleburan pemahaman tersebut diperoleh dari dialog antar budaya sehingga mengubah prasangka menjadi pemahaman baru yang lebih luas. Prasangka bukanlah hal negatif, melainkan "jendela" yang memungkinkan kita memahami sesuatu.

Lalu bagaimana tentang mahasiswa saya tersebut. Biarkanlah ‘transformasi diri’ yang akan menceritakannya.

07/04/2026

Tanggung jawab dikaitkan dengan tindakan sukarela yang didasari pilihan dan kendali sadar, bukan tindakan yang dipaksa, Aristoteles. Manusia dalam kebebasannya memilih, menciptakan nilainya sendiri dan bertanggung jawab penuh atas tindakannya serta dampaknya pada orang lain, Jean-Paul Sartre. Individu dianggap bertanggung jawab jika mereka bertindak berdasarkan "kehendak baik" (good will) dan rasionalitas, bukan dorongan emosional, Immanuel Kant. Tanggung jawab individu adalah kesadaran untuk memikul resiko hukum atas perbuatan sendiri, baik disengaja maupun tidak, Hans Kelsen. Bila DIA mendakwamu atas dosa mu di dunia, tunjuk saja AKU, orang yang paling bertanggungjawab atas dosa-dosa mu itu, Pengelana Sufi. Individu secara radikal bertanggung jawab atas orang lain, Emmanuel Levinas.

04/04/2026

Putra saya ingin kuliah filsafat. Istri saya, ibunya, langsung menolak keras. "Cukup, orang yang setengah gila di rumah ini hanya ayah kamu saja. Titik". Begitu katanya sambil mengacungkan jarinya.

Address

Depok

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Filsafat Untuk Usia Dini posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Filsafat Untuk Usia Dini:

Share

Category