Kawasan Budaya Jetayu

Kawasan Budaya Jetayu Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kawasan Budaya Jetayu, Jalan Jetayu, Pekalongan.

Opera van Pekalongan Hibur Rakyathiburan rakyat digelar di Lapangan Jetayu Pekalongan, Senin (3/4) malam lalu, menandai ...
05/04/2017

Opera van Pekalongan Hibur Rakyat

hiburan rakyat digelar di Lapangan Jetayu Pekalongan, Senin (3/4) malam lalu, menandai pungkasan dari rangkaian peringatan HUT ke-111 Kota Pekalongan. Karuan saja, karena hiburan itu digelar secara gratis, maka tak pelak ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Batik berduyunduyun mengunjunginya.

Hiburan yang disuguhkan antara lain tari oglek yang dipersembahkan siswi-siswi SMP2 dan tari tepak-tepak putri yang ditampilkan siswi-siswi SMP 5. Ada p**a tarian sufi, Opera Van Pekalongan dan pentas musik dari Warung Apresiasi Seni (Wapres) Kota Pekalongan.

Wakil Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz menjelaskan, penetapan 1 April 1906 sebagai Hari Jadi Kota Pekalongan berdasarkan staadblad atau lembaran negara nomor 124 tahun 1906 yang diterbitkan pada 1 April 1906 tentang desentralisasi dengan pemindahan keuangan ibu kota dari Hindia Belanda.

Milik Masyarakat

”Jadi, sampai sekarang merupakan 111 tahun kelahiran Kota Pekalongan,” tuturnya. Menurut dia, peringatan HUT ke-111 tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena dirayakan dengan sederhana dan melibatkan semua komponen masyarakat, tanpa membedakan golongan kelompok etnis. ”Ini dalam rangka nyengkuyung, mangayubagyo HUT Kota Pekalongan agar sukses.

Semua kegiatan melibatkan masyarakat tanpa membedakan golongan kelompok etnis, sehingga HUTini tidak semata-mata milik Pemkot, tapi bisa dirasakan oleh masyarakat,” paparnya. Ia menuturkan, berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan HUT Kota Pekalongan bertujuan untuk nguri-nguri dan melestarikan kebudayaan, khususnya kekayaan lokal Pekalongan.

Pada kesempatan itu, ia meminta masyarakat untuk mendukung semua program dan kebijakan Pemkot Pekalongan. ”Sebab, semua program dan kebijakan pembangunan tidak akan berhasil tanpa bantuan dan dukungan masyarakat,” ucap Mochammad Saelany Machfudz.

Pada malam itu juga diserahkan sertifikat ISO 9001:205 bidang Sistem Manajemen kepada Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan dalam rangka penyusunan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara ((KUA-PPAS) dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah.

Selain itu juga diserahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Pekalongan. Di antaranya Lomba Musik Rampak.

Juara I diraih tim H**e dari Kebulen, juara II tim Babe dari Buaran dan juara III tim Garpu Cindai dari Banyurip. Lomba lainnya yakni Lomba K3, juara diraih Kelurahan Noyontaansari untuk kategori pemukiman dan Kelurahan Medono untuk kategori Perumahan.

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

Kibar Budaya Jelajah Pesona Wastra
02/10/2016

Kibar Budaya Jelajah Pesona Wastra

Sore ini (16/01) Kompleks Lapangan Jetayu Pekalongan dipadati ribuan warga untuk menyaksikan Pawai Kawin Massal
16/01/2016

Sore ini (16/01) Kompleks Lapangan Jetayu Pekalongan dipadati ribuan warga untuk menyaksikan Pawai Kawin Massal

14/01/2016

Jetayu Akan Dijadikan Kawasan City Walk

Upaya menata Kota Pekalongan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan. Salah satu yang menjadi fokus penataan kawasan tahun ini yakni Kawasan Jetayu. Tahun ini, Kawasan Jetayu akan direvitalisasi. Ke depan, Kawasan Jetayu diharapkan menjadi pusat budaya dan menjadi ikon Kota Pekalongan. Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Kota Pekalongan Doyo Budi Wibowo menjelaskan, dalam revitalisais tersebut, sepanjang jalan di depan Museum Batik Nasional nantinya akan dijadikan sebagai kawasan city walk atau kawasan jalan perkotaan untuk para pejalan kaki. ”Nanti, pagar Museum Batik akan dihilangkan sehingga masyarakat bisa lebih dekat dengan Museum Batik. Tidak ada kendaraan yang nantinya lewat di depan Museum Batik. Sehingga masyarakat bisa santai di sana,” terangnya, Selasa (12/1). Untuk menghidupkan kawasan city walk tersebut, kata dia, setiap malam akan diselenggarakan berbagai acara. Dishubparbud Kota Pekalongan akan bekerja sama dengan komunitas di Kota Pekalongan untuk mengadakan kegiatan di kawasan city walk tersebut. ”Sehingga ini nanti akan menjadi ikon Kota Pekalongan,” sambungnya. Dijelaskan dia, revitalisasi kawasan Jetayu nanti akan terintegrasi dengan penataan Gedung Kesenian dan Olahraga (GOR) Jetayu yang didalamnya ada pusat pengembangan inovasi batik dan rencana wisata sungai di belakang GOR Jetayu. Lebih lanjut Doyo mengatakan, karena jalan di depan Museum Batik nantinya akan dijadikan sebagai kawasan city walk, pihaknya akan menyiapkan rekayasa lalu lintas. Lalu lintas dari arah Jalan Diponegoro ataupun dari arah Jalan WR Supratman nantinya tidak boleh berbelok ke Jalan Raden Saleh. Jalan Diponegoro di kawasan Lapangan Jetayu nantinya akan dibuat dua arah. ”Lalu lintas dari Jalan Diponegoro nanti lurus, tidak boleh berbelok ke Jalan Raden Saleh. Nanti kami akan menutup jalan yang harus melingkar ke Jalan Raden Saleh,” terangnya. Sementara itu, untuk kantong parkir disiapkan di Taman Pati Unus. Baik untuk bus pariwisata ataupun kendaraan roda dua. Kantong Parkir Menurut dia, sebenarnya pihaknya berencana membuat sejumlah kantong parkir di tepi Sungai Loji yang nantinya diselang-seling dengan ruang terbuka hijau. Rencana tersebut, kata dia, sudah disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pekalongan Marsudi Ismanto kepada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa tengah. Namun, permintaan tersebut belum disetujui Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah. Selain kawasan di tepi Sungai Loji, pihaknya juga tengah menyiapkan alternatif kantong-kantong parkir lainnya. Di antaranya di lahan di depan Kantor Perpustakaan dan Aset Daerah (KPAD) Kota Pekalongan. ”Harapan kami, Pemkot Pekalongan nantinya bisa mengakuisisi lahan tersebut sehingga bisa dijadikan kantong parkir,” harapnya. Penatan kawasan Jetayu akan dimulai tahun ini. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Pekalongan menerima bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp 1 miliar untuk penataan Kawasan Jetayu. Kepala Sub Bidang (Kasubid) Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan Ahmad Rizal menjelaskan, penataan kawasan Jetayu nantinya mencakup tiga segmen. Segmen pertama mencakup kawasan Lapangan Jetayu dan Jalan Diponegoro. Segmen dua meliputi Jembatan Loji dan kawasan tionghoa. Adapun segmen tiga mencakup kampung arab dan Jalan Semarang.

Penataan Kawasan Jetayu, Pemkot Terima Rp 1 Miliar.Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menerima bantuan dari Kementerian...
09/01/2016

Penataan Kawasan Jetayu, Pemkot Terima Rp 1 Miliar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menerima bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp 1 miliar. Bantuan tersebut akan dialokasikan untuk penataan kawasan Jetayu.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan Ahmad Rizal menjelaskan, tahun 2015 merupakan tahun perencanaan. “Tahun 2015, Pemkot mendapat pendampingan penyusunan master plan kawasan Jetayu seluas 65 hektare,” terangnya, kemarin.

Dijelaskan dia, berdasarkan master plan tersebut, penataan kawasan Jetayu mencakup tiga segmen. Segmen pertama mencakup kawasan Lapangan Jetayu dan Jalan Diponegoro. Sedangkan segmen dua meliputi Jembatan Loji dan kawasan tionghoa. Adapun segmen tiga mencakup Kampung Arab dan Jalan Semarang.

Menurut dia, bantuan untuk program kegiatan penataan kawasan Jetayu tersebut akan direalisasikan pada tahun 2016. “Pada tahun ini, pusat (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) akan memberikan anggaran untuk penataan kawasan Jetayu tersebut. Tahun ini akan dilakukan pengerjaan fisik,” sambungnya.

Penataan kawasan Jetayu nantinya, kata dia, meliputi penguatan tema-tema dan detail kawasan. Di antaranya kawasan heritage atau kawasan untuk bangunan, furniture jalan, pedestrian, kawasan pinggir sungai dan Museum Batik. Menurut dia, nantinya pagar Museum Batik akan dihilangkan agar lebih terbuka.

“Agar Museum Batik lebih terbuka dengan masyarakat,” jelasnya. Selain itu, nantinya bangunan-bangunan heritage yang ada di kawasan Jetayu akan dilengkapi dengan penanda. Misalnya, bangunan tersebut dibangun tahun berapa dan fungsinya untuk apa, akan dijelaskan dalam detail kawasan.

berita.suaramerdeka.com

Operasional Becak Hias Pekalongan Pindah ke Stadion Kota Batik KratonRelokasi becak hias, scuter listrik, dan sepatu rod...
30/10/2013

Operasional Becak Hias Pekalongan Pindah ke Stadion Kota Batik Kraton

Relokasi becak hias, scuter listrik, dan sepatu roda yang dilakukan Dinas Perhubungan Pekalongan akhirnya menemui titik terang.

Setelah melakukan mediasi selama 1,5 jam, sejak pukul 20.00 - 21.30. Para pedagang setuju untuk memindahkan daerah operasionalnya dari semula di Bundaran Jetayu ke kawasan Stadion Kota Batik Kraton Pekalongan, Rabu (30/10/2013)

Saat ini mereka dengan pengawalan mobil patroli aparat kepolisian, mereka secara beriringan menuju ke Stadion Kraton Pekalongan.

20/07/2013

Ngabuburit Peduli Septi bersama Pecinta Fotografi di Lapangan Jetayu Pekalongan Sabtu 20 Juli 2013, jam 15.00 - 17.30 tema Hijab (OPEK)

09/06/2013

Urusan Becak Hias Saja, Semarang Tertinggal.

Alih-alih ingin disebut setara, tapi Kota Semarang masih tertinggal dalam berbagai bidang dengan kota besar lain di Jateng. Bahkan dalam urusan becak hias bermodifikasi sekali pun, ketertinggalan itu tampak nyata.

Becak hias yang digunakan sebagai angkutan rekreatif jarak dekat, di Semarang baru berjalan beberapa bulan ini. Tapi di Jogja atau di Solo, sudah beberapa tahun lalu ada. Bahkan ironisnya budaya becak wisata yang digenjot sendiri oleh penumpangnya di Semarang itu, dirintis oleh pendatang, orang Jogja.

Secara fisik, kendaraan rekreatif ini lebih mirip kereta ketimbang becak. Berpenumpang maksimal empat orang, bahkan bisa digowes sendiri oleh penyewanya.

Disebut modifikasi karena kendaraan tanpa asap ini, dirancang khusus oleh pembuatnya di Jogja sebagai angkutan just for fun berjarak dekat untuk mengelilingi alun-alun.

"Biaya pembuatan kendaraan ini antara enam sampai sembilan juta, tergantung dari ornamen dan modifikasinya," kata Mamik, salah satu pemilik becak yang setiap malam mangkal di Taman Menteri Supeno, Semarang.

Ornamen itu bermacam-macam. Semakin rumit dan variatif, semakin mahal, misalnya dengan kerkap-kerlip lampu yang dikendalikan oleh sebuah aki berkutatan 60 sampai 70 amper. "Kalau akinya drop, kami anggota paguyuban urunan Rp 10 ribu untuk dicharge lagi," sambung Mamik.

Angkutan ini memang didesain untuk senang-senang saja, dengan mengelilingi sebuah kawasan, sehingga pemiliknya merasa tidak memerlukan surat izin mengemudi atau syarat-surat lainnya.

Kendaraan ini dimulai dari Jogja, menyusul Solo, Purwokerto, Semarang dan Pekalongan.

Di Semarang awalnya berada di kawasan Simpanglima. Tapi ini tidak berlangsung lama, karena berpotensi menimbulkan kemacetan, para pemilik persewaan becak ini digusur Satpol PP Kota Semarang. Lalu mereka pun pindah ke Bundaran Air Mancur sampai depan kantor Bank Indonesia.

Di sini pun setali tiga uang alias sama saja digusur, sampai akhirnya mereka menempati Taman KB. "Di Taman KB yang belum ada sebulan pun malah kabarnya akan digusur ke Kota Lama," kata Mamik, salah satu pemilik becak modifikasi.

Mengancam

Mendengar wacana penggusuran itu, para pengusaha persewaan becak bermodifikasi ini sepakat menolak rencana Pemkot Semarang yang akan merelokasi lahan operasionalnya dari Taman Menteri Supeno ke kawasan Kota Lama itu.

Bahkan, kalau memang benar-benar akan dipindah, para pemilik usaha persewaan becak ini mengancam akan melakukan protes lebih brutal lagi, yakni menduduki Simpanglima kembali dengan becak-becak mereka.

Langkah protes ini pernah dilakukan ketika ribut-ribut soal sepatu roda belum lama ini. Karena para pemilik beca hias itu sebagian besar juga pernah menyewakan sepatu roda di Simpanglima. Sampai akhirnya mereka alih profesi sebagai pelaku penyewaan beca hias bermodifikasi.

Sekitar 20 becak hias yang ditawarkan pada warga untuk menikmati suasana malam hari sambil nggowes itu, sebelumnya mengaku sudah mengalah dan menurut Satpol PP Kota Semarang menyuruh mereka untuk pindah dari tempat usaha semula di bundaran Simpanglima, karena menyebabkan macet.

Alasan mengapa para pemilik beca hias itu menolak dipindah ke Kota Lama, karena keamanan yang tidak terjamin, bahkan ancaman rob dan rawannya tindak kriminalitas. "Siapa yang akan menjaga becak-becak kami di sana," kata Mamik.

Ketua Paguyuban Beca Wisata Kota Semarang, mega Nuraini, mengaku prihatin dengan nasib para anggota paguyubannya terkait dengan kontroversio yang terjadi, yakni rencana Pemkot Semarang untuk merelokasi lahan usaha mereka.

Sudah sebulan ini sekitar 20 pemilik beca modifikasi yang digunakan sebagai angkutan rekeatif itu menempati Taman Menteri Supeno, bahkan masyarakat sudah mulai meminati angkutan ini.

Di bundaran Mugas ini, mulai petang, banyak orang ingin menyewa becaknya bersama keluarga. Dengan biaya sewa Rp 25 ribu tiap satum biasanya satu putaran, banyak onag tua mengaku senang bisa membuat senang anak-anaknya dnegan menaiki becak ini.

Keinginan Mega Nuraini untuk bertemu dengan pejabat pemegang kebijakan yang berwacana untuk memindah usahanya itu, seakan tak bisa dibendung.

Ditemui di Taman Menteri Supeno, Mega bersikeras, "Siapa pun pejabatnya, siapa atasannya, saya sangat ingin bertemu. Mengapa mereka itu hanya nyuruh-nyuruh bawahannya untuk ngopyak-oyak kami rakyat kecil yang punya usaha seperti ini. Kami ingin berdialog mencai solusi yang baik," kata Mega Nuraini, Jumat (7/6) malam.

Padahal menurut Mega Nuraini, para anggotanya itu bisa memberdayakan para pengamen dan gelandangan untuk ikut membantu usaha persewaan beca. "Mereka itu semula adalah pengamen, tapi kami gandeng untuk membantu nggowes becak," kata Mega Nuraini.

Jadi Mega selaku ketua menolak rencana relokasi itu. Karena, kata dia, di Taman KB ini, keberadaan mereka cukup membuat "hidup" suasana malam.

Mamik pun menimpali, "Lihat saja, dulu tempat ini kan terkenal dengan tenpat beroperasinya para waria. Bahkan di kawasan ini sangat rawan kejahatan, tapi setelah kami ada di sini, suasananya malah jadi aman," kata Mamik.

23/10/2012

Penataan Lapangan Jetayu Dilakukan Bertahap

PEMKOT Pekalongan akan menata lapangan Jetayu secara bertahap. Saat ini penataan tahap I tahun 2012 sedang dilakukan, dengan anggaran mencapai Rp 980 juta APBD 2012 untuk penggantian paving pada trotoar yang mengelilingi lapangan, pengerukan sebagian tanah dan penanaman rumput di lapangan, maupun pemasangan lampu-lampu taman. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) penataan lapangan Jetayu dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pekalongan Miftahudin menuturkan, penataan tahap I ini pada intinya untuk mempercantik sekeliling lapangan. “Pavingnya akan kita ganti seluruhnya dengan yang bermotif. Tepian paving atau kansteen juga diganti. Lalu ada p**a pemasangan beberapa titik lampu,” kata Miftah.

Tanah dan rumput lapangan, terutama di sebelah utara, akan ditata. Dimulai dengan pengerukan agar sesuai dengan kontur yang diharapkan, dengan ketebalan urukan antara 10-30 cm. “Kemudian di atasnya akan ditanam rumput yang baru,” imbuhnya. Surat perintah kerja (SPK) penataan tahap pertama ini, sudah dimulai sejak 3 September lalu. Lama pengerjaan dijadwalkan berlangsung selama 100 hari. Namun, kata Miftah, karena lapangan Jetayu pada awal Oktober lalu dipakai untuk kegiatan Pekan Batik Nusantara (PBN), maka proses penataan baru bisa efektif dimulai minggu ini.

Miftah menjelaskan, rencana penataan tahap selanjutnya akan dilaksanakan tahun depan. Penataan tahap II ini diantaranya dengan pembangunan sarana prasarana kegiatan ataupun olahraga untuk masyarakat di lokasi tersebut. Diantaranya, di bagian selatan lapangan futsal terbuka. “Pemanfaatannya akan dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Diharapkan, dengan adanya sejumlah rencana penataan tersebut, nantinya lapangan Jetayu bisa menjadi sebuah ruang terbuka hijau (RTH) percontohan di Kota Pekalongan. “Pemkot sedang menggalakkan pembangunan ruang terbuka hijau yang lebih representatif, indah dan nyaman untuk masyarakat,” tandasnya. Penataan tersebut, lanjut dia, sudah masuk dalam rencana tataruang dan tata kota (RTRW) Kota Pekalongan. Yakni, akan menjadikan kawasan Jetayu sebagai pusat seni budaya, herintage, serta menjadi pusat kegiatan masyarakat. “Pemkot sudah berencana mengembangkan kawasan Jetayu secara terpadu, dengan melakukan sejumlah penataan secara bertahap,” pungkasnya.

Saksikan dan meriahkan acara "Ngabuburit Ramadhan Bersama Radio Kota Batik" hari ini,Sabtu,28 Juli 2012 di Kawasan Jatay...
28/07/2012

Saksikan dan meriahkan acara "Ngabuburit Ramadhan Bersama Radio Kota Batik" hari ini,Sabtu,28 Juli 2012 di Kawasan Jatayu Pekalongan (depan Gedung Bakorwil III Kota Pekalongan) 16.00 WIB sampai dengan selesai.
Dimeriahkan band akustik,bagi - bagi ta'jil,bagi - bagi souvenir dan voucher.
Acara ini didukung oleh Yamaha Agung Motor Pekalongan,Kimia Farma,dan Kalimantan Grafika

Pekalongan World's City of Batik ( http://youtu.be/aJzu0D2mv4M?a )
19/07/2012

Pekalongan World's City of Batik ( http://youtu.be/aJzu0D2mv4M?a )

Dance di depan Monumen BATIK yang terletak di Jawa tengah Tepatnya di Pekalongan... ngeDance Sekalian Mempromosikan Bahwa Batik asli Indonesia.. Dancer: Rizk...

08/07/2012

Kawasan Jetayu Akan Dikembangkan Sebagai Tujuan Wisata

Pemkot Pekalongan akan terus berupaya mengembangkan Kawasan Jalan Jetayu sebagai tujuan wisata. Untuk itu pemkot menjadikan kawasan Jetayu sebagai kawasan strategis sosial budaya.

Kasubid Sarpras Bappeda Kota Pekalongan Muhammad Wisnu Nugroho mengatakan pihaknya saat ini telah memiliki master plan rencana pengembangan kawasan pusat budaya Jetayu.

Menurut Wisnu pihaknya kini telah menyiapkan sejumlah proposal untuk diajukan ke pemerintah pusat dalam mengembangkan kawasan kebudayaan tersebut.

Potensi utama di kawasan Jetayu yang akan dikembangkan di kawasan heritage adalah bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda seperti bangunan bekas kantor pusat industri gula zaman penjajahan Belanda yang sekarang dimanfaatkan sebagai museum Batik Nasional, kantor pos, rumah jabatan residen serta gedung kesenian.

Kawasan strategis social budaya ini juga telah ditunjang kawasan Pecinan di Jalan Blimbing, kampung Arab di jalan Surabaya serta kawasan tradisi perayaan syawalan di Krapyak.

Address

Jalan Jetayu
Pekalongan
51141

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kawasan Budaya Jetayu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share