Studio Arsitektur Rumah Intaran

Studio Arsitektur Rumah Intaran Recycled and Antique Architecture Hi, Antique & Natural Architecture Lover...

My name is Gede Kresna.

I deeply falling in love to the recycled and sustain natural materials, that's why I develop my architectural life based on those two potentials. I make this page to summarizes the architectural designs and works that I've done until now. I will be open for any critics and suggests for my works from anyone of you. It would be helpful for me to increase the quality and my passion to conserves damaged old buildings specially wooden houses also the sustain natural materials around us.

Stunning.
23/05/2024

Stunning.

A horreo is a traditional granary or storage building commonly found in the northwest region of Spain, particularly in Galicia, Asturias, and Cantabria. These structures are typically raised off the ground on pillars or stilts to protect the stored grain or food from moisture and pests. Horreos are characterized by their unique architectural design, featuring a rectangular or elongated shape with slatted walls or vents to allow for air circulation.

The construction of horreos dates back centuries, with some examples dating as far back as the Middle Ages. They were originally used to store and preserve crops such as corn, wheat, and other grains, as well as other food items like potatoes and beans. The elevated design of horreos helps to keep the stored goods dry and safe from rodents and insects.

Horreos are not only functional structures but also hold cultural significance in the regions where they are prevalent. They are often decorated with intricate carvings, symbols, or patterns, reflecting local craftsmanship and traditions. In addition to their practical use for food storage, horreos have become iconic symbols of rural life in Spain, attracting tourists and visitors who appreciate their historical and architectural value.

Jika minggu-minggu sebelumnya kami senang melihat banyaknya anak-anak sekolah yang memadati PASAR INTARAN, sekarang kami...
08/04/2024

Jika minggu-minggu sebelumnya kami senang melihat banyaknya anak-anak sekolah yang memadati PASAR INTARAN, sekarang kami lebih senang lagi karena bertambah dengan kehadiran orang-orang tua yang mengajak anak-anaknya ke pasar.

01/07/2022

The Kirana Tembok.

Rumah Kecil 9 meter persegi.
08/07/2021

Rumah Kecil 9 meter persegi.

Kami menamakan rumah kecil ini Rumah Mandiri. Rumah yang khusus dibangun untuk diberikan kepada anak agar belajar untuk mandiri. Materialnya menggunakan kayu...

IDEOLOGI KONSUMSIBukan hanya negara yang perlu ideologi. Mengkonsumsi pun membutuhkan ideologi karena dengan memiliki id...
17/02/2021

IDEOLOGI KONSUMSI
Bukan hanya negara yang perlu ideologi. Mengkonsumsi pun membutuhkan ideologi karena dengan memiliki ideologi konsumsi, kita dengan pasti mengetahui apa yang kita konsumsi, berapa banyak yang harus kita konsumsi, dan kepada siapa kita berpihak. Dengan memiliki ideologi konsumsi, kita akan menjawab persoalan-persoalan paling mendasar yang dihadapi oleh dunia ini di masa yang akan datang.
Sepintas lalu, ideologi konsumsi barangkali tampak sebagai gagasan yang dibuat-buat. Namun sejumlah peristiwa telah menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana disorientasi konsumsi kita telah menghadirkan kesengsaraan demi kesengsaraan yang bahkan tidak pernah kita petakan sebab musababnya. Selama ini kita sudah terlampau skeptis untuk menerima sebuah catatan yang merangkum keterkaitan antara konsumsi pemanis buatan dengan tanah longsor. Kita juga sudah terlampau abai dengan keterkaitan antara mengkonsumsi serat kimiawi dengan banyaknya bangunan-bangunan yang tersambar oleh petir.
Kemana perginya kepekaan perasaan dan ketajaman pikiran kita untuk melihat cara kerja mekanis alam semesta ini?
Dengan banyaknya konsumsi pemanis buatan di tengah-tengah masyarakat, keseimbangan produksi gula merah masyarakat semakin terganggu. Terganggunya produksi gula merah mengakibatkan kepedulian masyarakat akan pohon penghasilnya semakin berkurang. Menurunnya kepedulian masyarakat terhadap pohon aren sebagai penghasil gula merah, mengakibatkan sebagian masyarakat mulai menebang pohon-pohon arennya dan digantikan dengan pohon-pohon berumur pendek untuk diambil kayunya. Barangkali tidak banyak yang mengetahui jika pohon aren tumbuh subur di tanah-tanah yang miring. Tanah-tanah yang miring inilah yang rawan mengalami longsor. Kita menutup mata terhadap keberadaan pohon aren yang selama ini menjaga tanah-tanah miring dari bencana tanah longsor.
Berbagai macam produk pabrikan yang memproduksi serat kimiawi juga berpengaruh besar terhadap produksi serat-serat alami di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya adalah buah lontar. Menurunnya konsumsi masyarakat akan buah lontar sebagai makanan berserat tinggi dan tersudutkannya minuman alami yang dihasilkan oleh pohon ini yang selalu dicap sebagai penyebab mabuk-mabukan telah menyebabkan populasi pohon lontar menurun pelan tapi pasti. Dan tidak banyak yang mengetahui jika selama ini pohon lontar berfungsi sebagai penangkal petir alami. Di mana ada daerah-daerah yang banyak petir, pasti tumbuh banyak pohon lontar.
Dan banyak lagi pepohonan yang "bertugas" untuk menjaga manusia dari peristiwa-peristiwa alam yang memang tidak bisa dihindari. Pohon Intaran bertugas sebagai pemecah angin. Mempertahankannya berarti memperbesar kemungkinan kita terhindar dari terjangan angin puting beliung. Penggunaan lerak sebagai deterjen alami secara langsung berimplikasi pada kebersihan sungai karena pohon-pohon lerak tumbuh di pinggir-pinggir sungai sehingga menjaga tanah dan menjaga kualitas air. Demikian juga halnya dengan pohon gatep atau pohon gayam, pohon besar yang menjaga tanah, air dan udara di sekitar sungai dan lembah. Namun seberapa banyak dari kita sekarang yang masih mengkonsumsi gayam dan menggunakan lerak sebagai deterjen alami?
Mengkonsumsi, bukan hanya memasukkan material ke dalam perut untuk menghilangkan haus dan lapar. Mengkonsumsi juga bukan sekedar praktis-praktisan dan cepat-cepatan. Mengkonsumsi adalah soal cara hidup. Karenanya mutlak harus memiliki sebuah penyikapan. Sebuah ideologi.
Gede Kresna,
Arsitek desa, yang masih belum lulus memanjat pohon aren.

Yang mau ikut minum tuak manis, silahkan tulis di kolom komentar.

Panggilan untuk semua penggemar Arsitektur Kayu.
19/12/2016

Panggilan untuk semua penggemar Arsitektur Kayu.

Lomba Desain Rumah Mandiri 2017
Tema : Rumah Mandiri.
Rumah Intaran kembali menyelenggarakan Lomba Desain Rumah Kayu 2017. Tema kali ini adalah Rumah Mandiri, rumah berukuran maksimum 17 meter persegi yang akan diperuntukkan bagi anak remaja yang baru belajar mandiri.
Seperti biasa, material yang digunakan adalah kayu-kayu dan material bekas.
Untuk mengunduh TOR silahkan klik : https://goo.gl/EVmLMC
Untuk mengunduh form pendaftaran klik : https://goo.gl/pzKZU9
Untuk informasi lebih jauh, silahkan hubungi : Yudho Budi Satria di nomor WA 085842366702
Untuk mengetahui lebih jauh perihal profil juri yang akan menilai karya-karya peserta yang masuk, silahkan klik : https://goo.gl/BapYe9.

On progress.
31/08/2015

On progress.

Rumah Seni V Rumah Seni V (The Fifth Art House) is a sequel of the four former art houses, comes from the desire to leav...
24/02/2015

Rumah Seni V
Rumah Seni V (The Fifth Art House) is a sequel of the four former art houses, comes from the desire to leave the traditional context into a contemporary theme.
The style is not entirely refers to a specific Indonesian architecture such as Javanese or Balinese, but combines the various elements into a more modern one instead. The construction itself has an even bigger challenge, with a different construction method.

The Craftmanship That Is Never DieWith an intention to give more challenges to the craftsmans and artists here, Rumah In...
10/02/2015

The Craftmanship That Is Never Die

With an intention to give more challenges to the craftsmans and artists here, Rumah Intaran Architecture Studio made a new extraordinary curvy design. This project inspired by the presence of warped woods that were collected from a shipwreck once.

This circumstances directly affected Andre, our artisan, had been through difficulties to bring the ideas into reality. However, with his patience and diligence, slow but sure the building model, which named Art House 5, started to show its shape. The construction system can be read, the infirmities and difficulties can be imagined as well.

In the future, the finishing challenges surely will emerge around. Let them be celebrated as the newborn of new details. Because the craftmanship will always be alive. It's never die.

Locking.
15/10/2014

Locking.

Address

Rumah Intaran. Desa Bengkala Kec. Kubutambahan Kab. Buleleng
Singaradja
81172

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Studio Arsitektur Rumah Intaran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share