15/03/2024
Mohon bantuannya klik link-nya, ya. Butuh minimal 75 viewers, udah mepet DL
๐๐๐ฅน๐ฅน๐ญ
Sugih tanpa bondo
Digjoyo tanpa aji
Ngluruhmg tanpa bolo
Menang tanpa ngasoroke
Trimah mawi pasrah
Suwung pamrih tebih ajrih
Langgeng tan ono susah tan ono bungah
Anteng mantheng sugeng jeneng
-R.M.P Sosrokartono, Kakak Kandung R.A Kartini-
Jalan Pangkur, Bandung Tahun 1930
"Denmas, dahar dulu. Sudah waktunya berbuka. Karmin yang sangat mengkhawatirkan kondisi majikan sekaligus guru yang ikutinya, hanya mampu memandang dengan prihatin pada tubuh dibalut tulang berkat Talak Brata yang dijalaninya bertahun-tahun. Sang Guru, rela menanggalkan segala bentuk kemewahan dan dunia luar yang penuh hawa nafsu dan hal-hal kotor keduniawian.
Hanya keheningan yang menyambutnya. Raden Mas Panji penghuni satu-satunya kamar kecil itu itu masih bergeming tanpa suara. Karmin tahu dengan jelas. Gurunya tengah khusuk, ngelaku ngaji diri ngaji rasa. Tenggelam dalam lautan penyepian jiwa. Saat itu tidak boleh diganggu, meskipun sudah berhari-hari tidak makan sekedar pengganjal perut. Sebab ia tengah mendalami agar memahami kajian ke dalam dirinya. Untuk mendalami manifestasi kehidupan di luar, dia perlu memahami kehidupan di dalam diri lebih dulu. Berdialog dengan batinnya. Menyepi dari segala hiruk pikuk dunia luar adalah pilihan terbaik.
Karmin masih setia di tempatnya hingga tak lama terdengar suara berat dan tenang dari dalam." Simpan saja dulu, sebentar lagi aku selesai, Karmin."
Karmin semringah mendengar jawaban dari dalam. Pertanda masih ada kehidupan, membuatnya tenang."Nggih, Denmas. Jangan lupa dihabiskan buburnya."
Karmin pun berlalu dengan membungkuk meskipun majikannya tak melihat dia tetap melakukan adab dalam bersikap.
Demi siapa raden junjunannya berkorban begitu banyak hingga nyaris merenggut seluruh kehidupannya yang dulu bugar dan bersinar. Hanya karena memikirkan nasib orang-orang banyak, memikirkan masa depan bangsanya. Sejak itu Denmasnya terus ditekan pemerintah Belanda. Pergerakannya dibatasi dan diawasi. Hingga Pemerintah Belanda memutuskan melalui pendekatan kerjasama yang seperti pedang bermata dua, mengutus sahabatnya de Jonge sebagai perwakilanVoolksraad.
"Demi persahabatan kita, mengertilah. Demi keselamatan Tuan Sosro, saya tidak ingin hal buruk terjadi pada Tuan. Pemerintah sudah mengawasi Tuan. Nama Anda sudah tercatat di sisi Ratu Wilhelmina. Untuk apa berkeras hati jika apa yang Tuan perjuangkan hanya akan dihancurkan sekejap mata," pinta de Jonge memohon, lebih tepatnya memberikan peringatan pada gurunya kala itu.
https://opinia.id/post/jalan-hidup-bapak-tokoh-tokoh-pendidikan-nasional-328930
https://opinia.id/post/jalan-hidup-bapak-tokoh-tokoh-pendidikan-nasional-328930
Sugih tanpa bondo Digjoyo tanpa aji Nglurug tanpa bolo Menang tanpa ngasoroke Trimah mawi pasrah Suwung pamrih tebih ajrih Langgeng tan ono susah tan ono bungah