23/11/2015
[ MENGAPA PERLU GAMBAR DESAIN ? ]
Bahasan Materi agak panjang. Bacanya ndak usah buru-buru ya !
,
Yang penting paham... Kalau belum paham boleh tanya kok ....
Boleh langsung Telp/WA 0852 878 55 709 atau 24C77716 [BBM]
YUK Kita mulai . . .
Saat mau Bangun Rumah, mengapa Kita perlu Gambar Rencana atau Desain?
Gambar Rencana ibaratnya peta atau petunjuk dalam membangun sebuah bangunan. Semakin jelas dan lengkap informasi yg disajikan dalam petunjuk tersebut, semakin mudah dan cepat sebuah tujuan dapat dicapai.
Semakin lengkap dan jelas petunjuk yang digunakan, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan, kekeliruan, kebingungan, coba-coba lalu salah, pemborosan akibat terlalu memaksimalkan factor keamanan, bahkan kerugian materi akibat bongkar pasang atau perbaikan kesalahan.
Dalam Gambar Desain yang lengkap terdapat apa saja ?
1. GAMBAR DETAIL ARSITEKTUR yang lengkap sehingga pelaksana dapat dengan mudah dan cepat menterjemahkan gambar kedalam wujud bangunan. Segala bentuk dan dimensi bangunan tergambar dengan jelas. Efeknya adalah kepada ketepatan waktu pelakasanaan dan hasilnya benar-benar sesuai dengan keinginan Anda.
2. GAMBAR MODEL 3D ARSITEKTUR. Untuk kebanyakan orang yg tidak biasa membaca gambar 2D, adanya model Gambar 3D / Gambar perspektif akan sangat membantu dalam memvisualisasikan bentuk / model bangunan yang akan dibangun
3.Gambar Instalasi Listrik, Air bersih, Air kotor. Semua instalasi sudah direncanakan dengan baik sehingga tidak ada lagi kebingungan menentukan jumlah armatur ataupun jalur distribusinya. Efektif, tanpa bongkar pasang, dan rapih.
4. Gambar Rencana Struktur lengkap, mulai rencana pondasi, detail pondasi, Sloof, Kolom, Kolomp raktis, Balok, Plat Lantai hingga Ring Balok
5. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan, lengkap disertai Bill of Quantity atau kebutuhan pemakaian bahan bangunan. Di sini anda bisa mengoptimalkan budget pembangunan dengan membeli kebutuhan material sesuai hasil perhitungan.
Berapa sak semen, berapa m3 pasir, berapa jumlah batu bata, dll. Ini akan sangat membantu sekali dalam memanage atau mengontrol pengeluaran biaya oleh pelaksana anda.
Sehingga pengeluaran financial apapun yang diajukan pelaksana pembangunan anda berada di bawah kendali anda, dan anda “tidak akan kebobolan”.
Bahkan sebelum pekerjaan pembangunan dimulai, RAB yang anda miliki dapat membatu anda bernegosiasi dengan kontraktor (pelaksana pembangunan).
Dengan dasar RAB, anda dapat tawar menawar, meralat, atau bahkan mengendalikan pengeluaran kontraktor anda.
Sehingga cash flow selama proses pembangunan akan terpantau dengan baik. Ini sangat penting untuk menjaga keamanan plafond budget anda, sekali lagi, “agar tidak kebobolan”.
Mungkin di akhir masa pelaksanaan akan terdapat sisa bahan bangunan, tetapi jumlahnya akan sangat kecil sekali dan dapat digunakan untuk cadangan / perawatan di kemudian hari.
Jadi kesimpulan, mengapa perlu desain yang lengkap?
Jawabannya sederhana, desain yang lengkap akan menghasilkan proses pembangunan yang lancar, tanpa masalah yang berarti, tepat waktu, tanpa konflik non teknis dari sisi pemahaman desain, tanpa bongkar pasang, dan sangat-sangat menghemat biaya.
Besarnya biaya desain yang dikeluarkan tidak ada apa-apanya dibandingkan kerugian yang akan terjadi apabila membangun tanpa petunjuk yang lengkap.
Atau positifnya, besarnya biaya desain yang dikeluarkan jauh lebih kecil dibanding dengan effisiensi yang didapat, baik dari segi financial, tenaga, waktu, dan hubungan antar personel di lapangan.
Sebenarnya, berapa persentase biaya desain lengkap terhadap TOTAL biaya pembangunan?
Ambil contoh kasus luas bangunan 100 m2.
Biaya desain lengkapRp 40.000,-/m2.
Biaya pembangunan Rp 3.800.000,- per m2 luas banguan.
Total biaya desain Rp 4.000.000,-
Total biaya pembangunan Rp 380.000.000,-
Berarti persentase biaya desain terhadap biaya pembangunan hanya 1,05 % saja dari total biaya pembangunan.
Hampir seperseratus dari total biaya. Benar-benar tidak sebanding bukan antara manfaat yg dapat diberikan dengan harga yang harus dibayar? Sangat-sangat murah!
Tetapi, apabila tidak ada desain yang lengkap, masalah yang ditimbulkan, atau tingkat ketidak efisienan yang dapat terjadi, jauh lebih besar nilainya dari biaya desain tersebut.
Kelebihan beberapa m3 volume beton nilainya bisa puluhan juta rupiah. Kesalahan pelaksanaan akibat desain tidak jelas sehingga harus bongkar pasang nilainya bisa jutaan rupiah.
Memang, beberapa orang memiliki persepsi tertentu tentang sebuah “desain”, kami pun memakluminya karena memang di Indonesia masih kurang kesadaran atau wawasan akan pentingnya nilai sebuah karya desain.
Ya, memang desain itu hanya “beberapa lembar kertas” yang dari segi fisiknya mungkin tidak berharga, yang dihasilkan hanya oleh keringat manusia, bukan sebuah barang berharga yang memiliki “nilai fisik” yang tinggi.
Tetapi nilai Sumber Daya Manusia kitalah yang sudah sepatutnya dihargai, hasil pemikiran intelektual yang ternyata dapat menghemat biaya dan toh manfaatnya sangat besar untuk investasi jangka panjang anda, yaitu sebuah bangunan rumah yang baik.
Bagaiman? Cukup Jelas ya?
Kalau belum paham boleh tanya langsung !
Telp/WA 0852 878 55 709
Pin BB 24C77716 [BBM]