03/10/2012
Penanganan Gangguan (TroubleShooting) Chiller
Walaupun berada di bawah suatu program perawatan yang sempurna, setiap peralatan pasti akan membutuhkan perbaikan atau trouble shooting jika ada
masalah. Prosedur trouble shooting (pendekatan logika) yang harus diikuti untuk penanganan masalah tersebut adalah sebagai berikut:
Pernyataan masalah yang terjadi (State the problem)
Pengumpulan data (Collect the data)
Analisi data (Analyze the data)
Penentuan langkah-langkah perbaikan (Decide on an action)
Melakukan aksi perbaikan (Perform the action)
Periksa hasil yang terjadi (Check the result)
1. Troubleshooting kompresor
Suatu system refrigerasi masih dapat berjalan dengan condenser atau evaporator yang bermasalah, tetapi system tersebut tidak akan dapat bekerja jika kompresornya rusak. Jika kompresor rusak maka semua system akan macet. Masalah kompresor adalah masalah utama sehingga harus dibenahi segera. Masalah kompresor ada 2 jenis yaitu :
yang bersifat mekanis
yang bersifat elektris
Penyebab kerusakan dari kompresor tersebut bervariasi tergantung dari jenis kompresornya sendiri (Torak,rotary,screw,scroll atau sentrifugal).
2. Masalah-masalah mekanis
Masalah-masalah mekanis dasar pada kompresor yang biasa terjadi umumnya terbagi ke dalam llima kategori, yaitu:
kemacetan bagian-bagian kompresor (Seizure of parts)
kurangnya pelumasan pada kompresor dapat menyebabkan terjadinya kemacetan pada bagian-bagian kompresor yang bergerak. Kurangnya pelumasan biasanya disebabkan oleh :
oli separator tidak berfungsi dengan baik
adanya jebakan-jebakan oli di system
tidak cukup oli pada system
kebanjiran refrigerant
refrigerant sangat kurang
berisik/bising (Noise)
Bising dapat juga dijadikan sebagai pertanda adanya masalah pelumasan yang pada akhirnya dapat memacetkan kompresor. Cegah dan hindari rusaknya kompresor dengan selalu mendeteksi adanya kebisingan pada kompresor.
Terlampau panas (Overheating)
overheating adalah masalah yang sering dijumpai. Penyebab dari overheating adalah sebagai berikut :
Beban terlalu besar (ditandai dengan tekanan suction yang tinggi)
Rasio kompresi yang tinggi
Tekanan head yang tinggi
Oil level rendah
gagal untuk memompa (Failure to pump)
Tanda-tanda yang biasanya terjadi untuk kompresor gagal memompa pada jenis kompresor open type adalah :
Tekanan suction tinggi
Tekanan discharge yang rendah
Kapasitas pendinginan berkurang atau bahkan hilang
Head silinder terlalu panas
Kompresor terus menerus bekerjaPenyebab terjadinya failure to pump adalah sebagai berikut :
Gasket silinder head bocor
Katup-katup discharge dan suction bocor
Cylinder unloading system tidak berfungsi, biasanya ditandai dengan rendahnya tekanan oli
Kurangnya refrigerant pada kompresor hermetik
Kebocoran pada seal as kompresor untuk jenis open type (Failur of seal)
Jika seal as kompresor open type bocor maka akibatnya adalah :
Refrigerant akan hilang
Temperature operasi terlalu tinggi
Konsumsi daya terlalu tinggi
Masalah-masalah mekanis lain yang sering dijumpai adalah :
Getaran yang berlebihan
Gasket-gasket yang rusak atau bocor
Getaran-getaran yang berlebihan dapat disebabkan oleh tidak seimbangnya poros engkol, fly wheel atau kopling yang salah. Eliminator vibrasi yang sudah tidak berfungsi juga dapat menyebabkan getaran yang berlebihan,disamping p**a suction atau discharge yang terlalu kaku. Gasket –gasket yang bocor juga dapat menyebabkan masalah yang serius seperti kebocoran oli atau refrigerant yang pada akhirnya dapat merusakkan kompresor. Terjadinya slip pada sabuk kompresor open type juga menandakan kurang kencangnya sabuk. Kelurusan kopling atau sabuk yang tidak benar, juga dapat menyebabkan beban tambahan yang tidak seimbang pada motor shaft seal yang cepat rusak.
3. Masalah kelistrikan
Masalah-masalah kelistrikan kompresor sering sekali sukar dideteksi, misalnya :
Kompresor tidak mau jalan
kompresor mulai jalan lalu kemudian mati segera
kompresor jalan terus menerus tanpa henti
4. Kompresor tidak mau jalan
Penyebab dari kompresor yang tidak mau jalan adalah sebagai berikut :
switch yang terbuka
fuse yang putus
Overload relay yang membuka
Refrigerant yang terlalu sedikit
Motor terbakar
Stator motor terbakar
System kontrol tidak bekerja
Oil level terlalu sedikit di crankcase
Starting relay atau kapasitor rusak
Start winding terbakar
Jjika motor mendengung, maka penyebabnya mungkin adalah (untuk motor 3 fasa putusnya salah satu fuse atau coil/winding atau kontak starter. Juga dapat disebabkan karena tegangan listrik yang rendah.
5. Kompresor mulai jalan tetapi mendadak mati (short cycling)
Penyebab dari terjadinya short cycling adalah sebagai berikut :
Low pressure switch di set terlalu tinggi
high pressure switch di set terlalu rendah
differential kontrol diset terlalu dekat
evaporator penuh dengan bunga es atau kotor
isi refrigerant terlalu sedikit atau justru terlalu banyak
condenser (Air cooled/water cooled) yang kotor menyebabkan tekanan tinggi
run kapasitor atau start kapasitor terbakar
6. kompresor jalan tak mau berhenti
Penyebab yang mungkin :
condenser kotor
beban terlalu tinggi
insulasi bocor
katup-katup kompresor bocor
unloading tidak bekerja
juga system-sistem kontrol lainnya