Kebun Agro Mandiri

Kebun Agro Mandiri Mengenal macam buah- buah langka dan teknis budidaya dan menyediakan pupuk organik

04/09/2024

saya ingin mengingatkan Anda untuk selalu bersyukur atas segala hal yang telah diberikan kepada Anda. Jangan lupa untuk berdoa agar dijauhkan dari segala bentuk bahaya dan kesulitan. Selalu jagalah hati dan pikiran Anda agar selalu tenang dan damai, sehingga ketika tidur, Anda bisa benar-benar beristirahat dan memulai hari berikutnya dengan energi yang segar. Terima kasih.
met rehat sobat semua

Kutu putih lebih cenderung berkembang biak dan menyerang tanaman jika kondisi lingkungan memenuhi persyaratan mereka. Su...
21/08/2024

Kutu putih lebih cenderung berkembang biak dan menyerang tanaman jika kondisi lingkungan memenuhi persyaratan mereka. Suhu yang hangat, kelembaban tinggi, dan kurangnya ventilasi udara yang baik dapat menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan populasi kutu putih.

Kutu putih dapat ditularkan melalui serangga vektor seperti semut atau lebah yang membawa telur atau individu dewasa kutu putih ke tanaman lain populasi kutu putih dapat bertahan hingga 28 hari sesuai inangnya.
Kutu putih dapat dibawa oleh angin atau hama lain yang terdapat pada tanaman yang terinfestasi, dan kemudian menyebar ke tanaman lain di sekitarnya.

Cara Membasmi Kutu Putih Pada Tanaman dgn cara sbg berikut:

1.Pelihara Pemangsa Alami Kutu Putih
Memelihara serangga pemangsa alami, seperti kepik, kelompok ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ค๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฆ (๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช), atau ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ๐˜ท๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฅ, dapat membantu mengendalikan populasi kutu putih secara alami. Serangga pemangsa ini akan memangsa dan mengurangi jumlah kutu putih yang ada.

2.Semprot dengan Air
Menggunakan semprotan air bertekanan rendah, semprotkan air pada tanaman yang terinfestasi. Ini dapat membantu mengusir kutu putih dari tanaman dan mengurangi populasi mereka.

3.Semprot Minyak Nimba
Minyak nimba adalah insektisida nabati yang efektif dalam mengendalikan kutu putih.

4.Larutan Bawang Putih
Bawang putih mengandung senyawa allicin yang dapat mengusir kutu putih.

5.Gunakan Pestisida Kimia Sintetis
Jika serangan kutu putih terlalu parah
Dengan Kandungan Bahan Aktif. Profenofos 500g/l.
Mix ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ค๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฅ
Bentuk Formulasi. EC (Emulsible Concentrate)/cairan pekat.

6.Alk0h0l
Menggunakan kapas yang direndam dalam alkohol dan menggosokkan pd tanman.

7.Sabun Cuci Piring
Campurkan beberapa tetes sabun cuci piring yang lembut dengan air, lalu semprotkan pada tanaman yang terinfeksi. Sabun akan membantu menghilangkan lilin pelindung kutu putih, membuat mereka rentan terhadap dehidrasi.

semoga bermanfaat
Saling berbagi informasi untuk kemajuan petani Indonesia

pupuk booster untuk kelengkeng nih gaesapa itu pupuk booster?Pupuk booster untuk kelengkeng adalah pupuk yang diformulas...
07/08/2024

pupuk booster untuk kelengkeng nih gaes
apa itu pupuk booster?
Pupuk booster untuk kelengkeng adalah pupuk yang diformulasikan khusus untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi buah kelengkeng. Pupuk ini mengandung unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman kelengkeng agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas.

Beberapa kandungan yang biasanya terdapat pada pupuk booster untuk kelengkeng antara lain nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta unsur hara mikro seperti boron (B), magnesium (Mg), dan besi (Fe). Penggunaan pupuk booster ini dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman kelengkeng, serta meningkatkan produktivitas buah kelengkeng.

UNSUR - UNSUR HARA YANG DIBUTUHKAN OLEH TANAMAN==============Tanaman sama halnya seperti makhluk hidup lainnya memerluka...
19/05/2021

UNSUR - UNSUR HARA YANG DIBUTUHKAN OLEH TANAMAN
==============
Tanaman sama halnya seperti makhluk hidup lainnya memerlukan nutrisi yang cukup memadai dan seimbang agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Secara garis besar, tanamam memerlukan 2 (dua) jenis Unsur Hara yaitu Unsur Hara Makro dan Unsur Hara Mikro.

A. UNSUR HARA MAKRO

Unsur hara makro adalah unsur-unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah yang relatif besar.

1. Nitrogen (N )

Unsur ini sangat berperan dalam pembentukan sel, jaringan, dan organ tanaman. Nitrogen memiliki fungsi utama sebagai bahan sintetis klorofil, protein, dan asam amino. Ini dibutuhkan dlm jlh besar pd fase vegetatif.

Ada 2 bentuk Nitrogen, yaitu Ammonium (NH4) dan Nitrat (NO3). Menurut penelitian para ahli, bahwa Ammonium sebaiknya tidak lebih dari 25% dari total konsentrasi Nitrogen. Kemudian baiknya lebih dominan Nitrogen Nitrat.

Akibat Kekurangan Nitrogen :

Daun pada bagian bawah menguning karena kekurangan klorofil. selanjutnya daun akan mengering dan rontok. Pertumbuhan tanaman melambat, kerdil dan lemah. Akibatnya produksi bunga dan biji pun akan rendah.

Akibat Kelebihan Nitrogen :

Warna daun yang terlalu hijau, rimbun, proses pembuangan menjadi lama, rentan pda jamur dan penyakit, mudah roboh

2. Fosfor atau Phosphor (P)

Unsur Fosfor (P) merupakan komponen penyusun dari beberapa enzim, protein, ATP, RNA, dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi, sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetik dari tanaman. Unsur P juga berperan pada pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah. Pengaruh terhadap akar adalah dengan membaiknya struktur perakaran sehingga daya serap tanaman terhadap nutrisi pun menjadi lebih baik.

Bersama dengan unsur Kalium, Fosfor dipakai untuk merangsang proses pembungaan. Hal itu wajar sebab kebutuhan tanaman terhadap fosfor meningkat tinggi ketika tanaman akan berbunga.

Kekurangan Phosphor (P)

Ciri-ciri daun tua menjadi keunguan dan cenderung kelabu, tepi daun cokelat, tulang daun muda berwarna hijau gelap, hangus, pertumbuhan daun kecil, kerdil, dan akhirnya rontok, fase pertumbuhan lambat dan tanaman kerdil.

Kelebihan Phosphor (P)

Menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) , tembaga (Cu) , dan seng (Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.

3. Kalium (K)

Unsur kalium berfungsi sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintetis, akumulasi, translokasi, transportasi karbohidrat, membuka menutup stomata, atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel.

Kekurangan Kalium :

Cirinya daun paling bawah kering ada bercak hangus, daun seperti terbakar dan akhirnya gugur kemudian bunga mudah rontok dan gugur, tepi daun hangus, menggulung ke bawah, dan rentan terhadap serangan penyakit.

Kelebihan Kalium :

Menyebabkan penyerapan Ca dan Mg terganggu, pertumbuhan tanaman terhambat. sehingga tanaman mengalami defisiensi.

4. Magnesium (Mg)

Magnesium adalah aktivator yang berperan dalam transportasi energi beberapa enzim di dalam tanaman. Unsur ini sangat dominan keberadaannya pd daun, terutama untuk ketersediaan klorofil. Jadi kecukupan unsur ini akan memperlancar proses fotosintesis, unsur ini juga berfungsi utk pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.

Kekurangan magnesium :

Menyebabkan sejumlah unsur tidak terangkut karena energi yang tersedia sedikit, yg terbawa hanya unsur nitrogen, akibatnya terbentuk sel-sel berukuran besar tetapi encer.

Kelebihan Magnesium :

Muncul bercak-bercak kuning di permukaan daun tua, ini terjadi karena unsur Mg diangkut ke daun muda. Daun tua menjadi lemah dan akhirnya mudah terserang penyakit terutama embun tepung (powdery mildew).

5. Kalsium (Ca)

Unsur ini paling berperan dlm pertumbuhan sel, unsur ini komponen yang menguatkan , dan mengatur daya tembus , serta merawat dinding sel. Perannya sangat penting pada titik tumbuh akar, bahkan bila terjadi defiensi Ca , maka pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu , dan berakibat penyerapan hara terhambat. Ca berperan dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel, dan mengatur distribusi hasil fotosintesis.

Kekurangan Kalsium :

Gejalanya titik tumbuh lemah , terjadi perubahan bentuk daun , mengeriting , kecil , dan akhirnya rontok, tanaman tinggi tetapi tidak kekar, karena berefek langsung pada titik tumbuh, produksi bunga terhambat, bunga gugur.

Kelebihan Kalsium :

Tidak berpengaruh banyak , hanya mempengaruhi pH tanah.

6. Belerang atau Sulfur (S)

Kelebihan Sulfur :

Pada umumnya belerang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan asam amino sistin, sistein dan metionin. Disamping itu S juga merupakan bagian dari biotin, tiamin, ko-enzim A dan glutationin. Diperkirakan 90% S dalam tanaman ditemukan dalam bentuk asam amino, yang salah satu fungsi utamanya adalah penyusun protein yaitu dalam pembentukan ikatan disulfida antara rantai-rantai peptida. Belerang (S) merupakan bagian (constituent) dari hasil metabolisme senyawa-senyawa kompleks. Belerang juga berfungsi sebagai aktivator, kofaktor atau regulator enzim dan berperan dalam proses fisiologi tanaman

Kekurangan Sulfur :

Jumlah S yang dibutuhkan oleh tanaman sama dengan jumlah fosfor (P). Kekurangan S menghambat sintesis protein dan hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya klorosis seperti tanaman kekurangan nitrogen. Kekurangan S lebih menekan pertumbuhan tunas dari pada pertumbuhan akar.
Gejala kekurangan S lebih nampak pada daun muda dengan warna daun yang menguning sebagai mobilitasnya sangat rendah di dalam tanaman.

B. UNSUR HARA MIKRO

Unsur mikro adalah unsur- unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit, tetapi amat penting untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Tanpa unsur mikro , bunga adenium tidak tampil prima, bunga akan lunglai , dll. Unsur mikro itu, adalah :

1. Boron (B )

Unsur ini erat hubungannya dgn proses pembentukan , pembelahan dan diferensiasi, serta pembagian tugas sel. Hal ini terkait dengan perannya dalam sintetis RNA , bahan dasar pembentukan sel. Boron diangkut dari akar ke tajuk tanaman melalui pembuluh xylem. Di dalam tanah boron tersedia dalam jumlah terbatas dan mudah tercuci.

Kekurangan Boron :

Dampaknya paling sering dijumpai pada adenium. Cirinya mirip daun variegeta, daun berwarna lebih gelap dibanding daun normal , tebal , dan mengkerut.

Kelebihan Boron :

Ujung daun kuning dan mengalami nekrosis.

2. Tembaga (Cu)

Fungsi penting tembaga adalah aktivator dan membawa beberapa enzim, membantu kelancaran proses fotosintesis, pembentuk klorofil , dan berperan dalam fungsi reproduksi.

Kekurangan Tembaga (Cu) :

Daun berwarna hijau kebiruan , tunas daun menguncup dan tumbuh kecil , pertumbuhan bunga terhambat.

Kelebihan Tembaga (Cu) :

Tanaman tumbuh kerdil , percabangan terbatas , pembentukan akar terhambat , akar menebal dan berwarna gelap.

3. Seng atau Zinc (Zn)

Unsur ini hampir mirip dengan Mn dan Mg , sengat berperan dalam aktivator enzim , pembentukan klorofil dan membantu proses fotosintesis.

Kekurangan Seng (Zn) :

Pertumbuhan lambat , jarak antar buku pendek , daun kerdil , mengkerut , atau menggulung disusul kerontokan. Bakal buah menguning, terbuka, dan akhirnya gugur, buah pun akan lebih lemas sehingga buah yang seharusnya lurus membengkok.

Kelebihan Seng (Zn) :

Kelebihan seng tidak menunjukkan dampak nyata.

4. Besi atau Ferro (Fe)

Unsur ini berperan dalam proses pembentukan protein , sebagai katalisator pembentukan klorofil. Besi berperan sebagai pembawa elektron pada proses fotosintetis dan respirasi , sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim. Unsur ini tidak mudah bergerak sehigga bila terjadi kekurangan sulit diperbaiki. Fe paling sering bertentangan atau antagonis dengan unsur mikro lain. Untuk mengurangi efek itu gunakan organik.

Kekurangan Besi :

Kekurangan besi ditunjukkan dengan gejala klorosis dan daun menguning atau nekrosa. Daun muda tampak putih karena kurang klorofil. Selain itu terjadi karena kerusakan akar. Jika adenium dikeluarkan dari potnya akan terlihat potongan-potongan akar yang mati.

Kelebihan Besi :

Pemberian pupuk dengan kandungan Fe tinggi menyebabkan nekrosis yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam pada daun.

5. Molibdenum (Mo)

Berfungsi sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim. Unsur ini juga berperan dalam fiksasi nitrogen.

Kekurangan Molibdenum :

Ditunjukkan dengan munculnya klorosis di daun tua , kemudian menjalar ke daun muda

Kelebihan Molibdenum :

Kelebihan tidak menunjukkan gejala yang nyata pada adenium.

6. Mangan (Mn)

Unsur mangan sangat berperan dalam sintesa klorofil selain itu berperan sebagai koenzim, sebagai aktivator beberapa enzim respirasi, dalam reaksi metabolisme nitrogen dan fotosintesis. Mangan juga diperlukan untuk mengaktifkan nitrat reduktase sehingga tumbuhan yang mengalami kekurangan mangan memerlukan sumber N dalam bentuk NH4+. Peranan mangan dalam fotosintesis berkaitan dengan pelepasan elektron dari air dalam pemecahannya menjadi hidrogen dan oksigen.

Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah :

a. Pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
b. Mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
c. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
d. Komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi.

Kekurangan Mangan :

Kekurangan mangan ditandai dengan menguningnya bagian daun diantara tulang-tulang daun. Sedangkan tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau.

7. Khlor (Cl)

Kelebihan Khlor
Terlibat dalam osmosis (pergerakan air atau zat terlarut dalam sel), keseimbangan ion yang diperlukan bagi tanaman untuk mengambil elemen mineral dan dalam fotosintesis.

Kekurangan Khlor :

Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga.

8. Natrium (Na)

Kelebihan Natrium
Terlibat dalam osmosis (pergerakan air) dan keseimbangan ion pada tumbuhan. Salah satu kelebihan efek negatif Na adalah bahwa dapat mengurangi ketersediaan K.

Kekurangan Natrium
Daun-daun tenaman bisa menjadi hijau tua dan tipis. Tanaman cepat menjadi layu.

9. Cobalt (Co)

Kelebihan Cobalt
Cobalt jauh lebih tinggi untuk fiksasi nitrogen daripada amonium gizi. Tingkat kekurangan nitrogen dapat mengakibatkan gejala defisiensi.

Kekurangan Cobalt
Mengurangi pembentukan hemoglobin dan fiksasi nitrogen

10. Silicone (Si)

Kelebihan Silicone
(Si)dapat meningkatkan hasil melalui peningkatan efisiensi fotosintesis dan menginduksi ketahanan terhadap hama dan penyakit 0Ditemukan sebagai komponen dari dinding sel. Tanaman dengan pasokan silikon larut menghasilkan tanaman yang lebih kuat, meningkatkan panas dan kekeringan tanaman, toleransi silikon dapat disimpan oleh tanaman di tempat infeksi oleh jamur untuk memerangi penetrasi dinding sel oleh jamur menyerang.

Kekurangan Silicon
Dapat mengakibatkan tanaman mudah terserang penyakit.

11. Nikel (Ni)

Kelebihan Nikel
Diperlukan untuk enzim urease untuk menguraikan urea dalam membebaskan nitrogen ke dalam bentuk yang dapat digunakan untuk tanaman. Nikel diperlukan untuk penyerapan zat besi. Benih perlu nikel untuk berkecambah. Tanaman tumbuh tanpa tambahan nikel akan berangsur-angsur mencapai tingkat kekurangan saat mereka dewasa dan mulai pertumbuhan reproduksi

Kekurangan Nikel
Kekurangan dari unsur Nikel pada tanaman akan menimbulkan kegagalan dalam menghasilkan benih yang layak.

Cara Pemupukan Paling Cocok utk Tanaman

Adalah penggunaan pupuk yg seimbang antara organik dan kimia, artinya penggunaan ppk kimia, wajib dikurangi minimal 50% dari biasa, fungsinya adalah agar tanah tetap sehat, subur, gembur dan pH tanah normal, serta mengurangi tingkat kematian mikroorganisme.

WASPADALAH HAMA GERANDONG ( Pengorok Daun ) pada TANAMAN BAWANG MERAHHama pengorok daun sebenarnya sejenis lalat termasu...
17/03/2021

WASPADALAH HAMA GERANDONG ( Pengorok Daun ) pada TANAMAN BAWANG MERAH
Hama pengorok daun sebenarnya sejenis lalat termasuk dalam ordo Diptera, famili Agromyzidae, spesies Liriomyza chinensis yang menyerang tanaman bawang. Bagi petani bawang merah di Brebes Jawa Tengah, Liriomyza chinensis termasuk hama yang paling ditakuti karena intensitas kerusakan yang ditimbulkan sangat tinggi bahkan bisa mencapai 100% atau gagal panen.
Gejala Serangan
Awal serangan terlihat pada saat tanaman berumur masih muda antara 2 - 3 minggu setelah tanam (MST). Perkembangan populasi L. chinensis sangat cepat sehingga kerusakan yang ditimbulkan terlihat hanya dalam waktu 3 hari saja. Mula - mula imago menus**an ovipositornya pada daun bawang, gejala terlihat seperti ada totol - totol putih kecil. Kemudian larva yang sudah menetas langsung mengorok bagian jaringan mesofil daun. Arah korokan biasanya dari atas daun sampai umbi bawang. Kerusakan yang terlihat pada bawang menyebabkan umbi membusuk dan daun menjadi layu kering berwarna putih kecoklatan seperti terbakar. Pada serangan yang berat seluruh areal pertanaman bawang akan busuk kering dan bawang merah gagal panen (puso).
Larva dari hama ini tidak hanya merusak daun tetapi bisa merusak umbi bawang merah. Populasi yang tinggi menyebabkan daun menjadi kering dan umbi bawang merah menjadi busuk. Akibat kerusakan yang ditimbulkannya yang tinggi sekali, petani Brebes menyebutnya sebagai hama โ€grandongโ€, anak Mak Lampir yang paling jahat. Pengendalian yang hanya mengandalkan pestisida sintetik telah menyebabkan hama grandong menjadi resisten / kebal.
Biologi Hama
Telur berwarna putih bening berukuran 0,28 mm x 0,15 mm, dan stadium telur 2 - 4 hari. Jumlah telur berkisar 50 - 300 butir, dengan rata-rata 160 butir. Telur diletakkan dalam jaringan daun melalui ovipositor. Larva yang baru keluar, berwarna putih susu atau putih kekuningan, segera mengorok jaringan mesofil daun dan tinggal dalam liang korokan selama hidupnya. Stadium larva antara 6 -12 hari, dan larva yang sudah berusia lanjut (instar 3) berukuran 3,5 mm. Larva instar 3 dapat mengorok jaringan 600 x lipat dari larva instar 1, dan larva ini kemudian keluar dari liang korokan untuk berkepompong. Pupa lalat pengorok daun ini umumnya ditemukan di tanah, tetapi pada tanaman bawang merah sering ditemukan menempel pada permukaan bagian dalam dari rongga daun bawang. Stadium pupa antara 11 - 12 hari. Imago betina mampu hidup selama 6 - 14 hari dan imago jantan antara 3 - 9 hari. Lalat L. chinensispada bagian punggungnya berwarna hitam, sedangkan pada lalat L. huidobrensis dan L. sativa di bagian ujung punggungnya terdapat warna kuning.
Cara Pengendalian :
Effisiensi Penggunaan Pupuk Berimbang ( Makro dan Mikro ), dengan pengurangan pupuk N di musim hujan & perbanyak pupuk organik.
Penggunaan Perangkap Kuning pada saat umur 3 minggu setelah tanam dengan pengolesan Natural METILAT LEM
Penyapuan dengan menggunakan kain transparan yang dilumuri larutan kanji ditambah Natural METILAT LEM
Penyemprotan musuh alami dengan Nematoda Patogen Serangga (NPS)
Penyemprotan BVR dan PENTANA tiap minggu sekali secara selang seling

WASPADAI SERANGAN NEMATODA PADA AKAR TANAMANNematoda termasuk filum hewan, didalamnya termasuk nematoda parasit tanamand...
10/12/2020

WASPADAI SERANGAN NEMATODA PADA AKAR TANAMAN
Nematoda termasuk filum hewan, didalamnya termasuk nematoda parasit tanamandan hewan, serta spesies nematoda yang hidup bebas.
Nematoda parasit tanaman merupakan parasit obligat, mengambil nutrisi hanya dari sitoplasma sel tanaman hidup. Beberapa nematoda parasit tanaman adalah ektoparasit, hidup di luar inangnya. Spesies jenis ini menyebabkan kerusakan berat pada akar dan dapat menjadi vektor virus yang penting.Spesies lain, ada yang hidup di dalam akar, bersifat endoparasit migratori dan sedentari.Parasit migratori bergerak melalui akar dan menyebabkan nekrosis, sedangkan yangendoparasit sedentari dari famili Heteroderidae menyebabkan kehancuran yang paling banyak di seluruh dunia
A. Pertumbuhan tidak normal yang diakibatkan oleh luka pada tunas, titik tumbuh, dan primordialbunga.a)
Tunas matiKadang-kadang serangan nematoda menyebabkan matinya tunas atau titik tumbuh tanaman,sehingga tanaman tidak dapat hidup. Kasus ini terjadi pada tanaman strawberry yang terserang
Aphelenchoides
B. Batang dan daun mengkerut
Serangan nematoda pada titik tumbuh tanaman, kadang-kadang tidak sampai menyebabkantanaman mati dan masih memungkinkan batang, daun, atau struktur lain dapat berkembang.Perkembangan organ-organ tersebut tidak sempurna sehingga menyebabkan terjadinya pengerutan atau pemuntiran. Contoh tanaman gandum terserang larva Anguina tritici. pada daerah titik tumbuhnya
C. Puru biji
Biji tanaman rumputan atau biji-bijian yang terserang Anguina. Setelah bunga terbentuk,nematoda yang telah tumbuh sempurna mulai masuk dan menyerang pada bagian ini sampainematoda dewasa. Di tempat inilah nematoda bekembang biak. Akibatnya primordial bungaakan membentuk puru yang di dalamnya berisi sejumlah besar larva nematoda; nematoda inimampu hidup pada waktu yang cukup lama.
Pertumbuhan tidak normal sebagai akibat terjadinya luka pada bagian dalam batang dan daun

BERANI COBA .............Dua budidaya sekaligus : Tanaman Buah dalam Pot dan beternak ikanbawah untuk budidaya ikan, ata...
02/12/2020

BERANI COBA .............
Dua budidaya sekaligus : Tanaman Buah dalam Pot dan beternak ikan
bawah untuk budidaya ikan, atas untuk tanaman buah dalam pot. hasilnya ikan sehat2 , bunga tdk ada yg rontok bahkan sdh mentil. , Cocok utk daerah yg kesulitan air, karena pupuk dan air hemat. Media tanam di pot berfungsi sbg filter air shg ikan sehat n air tdk bau. 1 drum butuh supernasa 1 botol, media tanam dipupuk NPK 1sdm n kapur dolomit 1 sdm setiap 2 minggu sekali, siram pake air supernasa dari air drum lele itu...

Pupuk versus MikrobaHubungan pupuk dengan mikroba itu analogi sederhananya begini "Jika diibaratkan pupuk itu adalah gab...
29/11/2020

Pupuk versus Mikroba
Hubungan pupuk dengan mikroba itu analogi sederhananya begini "Jika diibaratkan pupuk itu adalah gabah, maka mikroba itu adalah koki/juru masak yang akan memproses gabah sampai menjadi nasi. Kalau tanaman itu hanya dikasih pupuk tanpa diimbangi dengan pengontrolan mikroba, mirip kejadiannya seperti kita dikasih gabah tapi tidak ada koki yang memasaknya. Apakah iya kita akan makan gabah?" Dari analogi sederhana tentang pupuk dan mikroba ini, sahabat-sahabat saya para petani mungkin sudah bisa memahami kan ya?

Pupuk itu apa sih?
Bicara tentang pupuk, sampai saat ini yang sering kita temui ada 2 golongan yaitu pupuk alami (kompos, kapur, air hujan dsb) dan pupuk kimia sintetis. Pertanyaannya ketika tanaman sudah dikasih pupuk, apakah tanaman bisa langsung menyerapnya? tentu saja tidak. Baik itu pupuk kompos atau pupuk kimia sintetis, sebenarnya bentuknya itu masih bahan baku nutrisi makanan. Belum bisa disebut nutrisi yang siap saji (siap diserap) oleh tanaman. Untuk lebih memperdalam pemahaman ini, memang s**a nggak s**a kita harus mempelajari senyawa kimia dulu.

Contoh untuk pupuk kompos (kotoran hewan, daun, ranting, sisa makanan dsb), sebenarnya senyawa kimia yang dikandung ada banyak. Mulai dari nitrogen total atau disingkat N-Total (protein, zat gula, vitamin, urea dsb), phosphor (P2O5), kalium (K2O), dan masih banyak lagi. O iya dalam kompos juga ada kandungan urea-nya lho, jadi urea/ureum itu tidak hanya pupuk kimia saja, didalam pupuk kompos juga ada. Lalu apakah tanaman itu bisa langsung menyerap senyawa kimia dipupuk kompos itu? ya tidak. Yang diserap tanaman itu hanya senyawa tertentu saja, yeng bentuknya adalah ion. Saya ambil contoh misalnya nitrogen. Dari sekian banyak jenis senyawa nitrogen, yang diserap tanaman itu hanya ion amonium (NH4+) dan ion nitrat (NO3-). Pertanyaannya, darimana didapatkan senyawa ion nitrogen amonium dan nitrat itu? Kalau bahan bakunya kompos, maka N-Total (protein/asam amino, zat gula, vitamin, urea dsb) itu akan diuraikan (dimakan) oleh mikroba. Hasil dari penguraian itulah yang pada akhirnya akan menjadi amonium (NH4+) dan nitrat (NO3-). Beberapa pakar menulis, ketebalan kompos yang sudah terurai sempurna atau istilahnya adalah humus, idealnya itu antara 2% - 5%. Artinya kalau tanah itu kita gali 1 meter persegi dalam bentuk kubus, maka ketebalan 2%-5% dari 1 meter persegi itu sekitar 2 cm sampai 5 cm. Ketebalan humus 2% - 5% (2 cm - 5 cm) inilah yang mengindikasikan tanah kita subur dan bagus untuk ditanami apapun. Di lapisan humus inilah yang menyediakan sumber nutrisi lengkap, ditambah dengan tumbuh-kembangnya berbagai jenis mikroba penyuburkan tanaman.

Kalau kompos mentah (kotoran hewan yg belum membusuk) langsung ditebar ke lahan bagaimana? ya berarti proses pembus**annya akan terjadi dilahan. Masalahnya, selama proses pembus**an (dekomposisi) itu, terjadi beberapa langkah reaksi kimia, dimana pada langkah tertentu senyawa kimianya itu masih berbentuk amoniak (NH3). Dan amoniak ini sifatnya racun sehingga bisa membahayakan kelangsungan hidup tanaman. Belum lagi selama terjadi reaksi kimia tertentu, juga akan mengeluarkan gas metan yang panas yang bisa membakar tanaman. Makanya kalau kita mau pake pupuk kompos, seharusnya kompos (kotoran hewan & sisa-sisa tanaman) itu di-dekomposisi atau bahasa mudahnya "dibusukkan" terlebih dahulu diluar lahan, sampai kompos tadi berubah menjadi humus barulah kita ditebarkan ke lahan. Kalau proses pembus**an itu kita kondisikan dengan penambahan mikroba, maka lama prosesnya paling sekitar 2 minggu sampai 1 bulan saja, tergantung banyaknya jenis mikroba yang kita gunakan.

Kalau kita pake pupuk kimia bagaimana? saya ambil contoh misalkan kita pake Urea. Apakah urea bisa langsung terserap tanaman? ya tidak juga. Urea itu, senyawa kimianya CO(NH2)2. Prosesnya dengan kompos ya mirip sebenarnya, CO(NH2)2 ini nantinya setelah ditebar ke lahan, juga akan diuraikan oleh mikroba sampai senyawanya berubah menjadi amonium (NH4+) dan nitrat (NO3-). Kalau pupuk kimianya NPK Mutiara bagaimana? Setahu saya, nitrogen di NPK mutiara itu senyawa kimianya amonium nitrat (NH4NO3). Jadi walaupun sama-sama nitrogen, jenis senyawa kimia urea dengan NPK mutiara itu beda. Pupuk ZA, senyawa nitrogennya adalah amonium sulfat (NH4SO4). Antara urea, NPK mutiara, ZA seandainya ditebar ke lahan, maka reaksi kimianya juga tidak sama, dampaknya juga tidak sama. Tetapi walaupun senyawa kimia asalnya berbeda, ujung-ujungnya setelah mengalami beberapa proses dan reaksi nantinya juga akan berubah menjadi amonium (NH4) dan nitrat (NO3-) juga. Perlu dicatat, selama proses reaksi kimia sedang berlangsung, disaat tertentu senyawa kimianya masih berbentuk racun lho ya. Makanya kita perlu hati-hati ketika memutuskan menggunakan pupuk kimia. Salah mengaplikasikan pupuk kimia (kelebihan dosis), justru malah bisa mematikan tanaman kita, merusak struktur tanah kita dan berbagai macam dampak buruk lainnya.

Itu tadi baru nitrogen ( N ). Bagaimana dengan phosphor (P)? Hampir sama dengan nitrogen, phosphor juga akan diproses oleh mikroba sampai menjadi senyawa phosphor yang siap diserap oleh tanaman. Tanaman akan menyerap senyawa phosphor yang berbentuk orthophosphate primer (H2PO4-) dan orthophosphate sekunder (HPO4-). Bagaimana proses perubahan dari senyawa P2O5 menjadi orthophosphate (H2PO4- dan HPO4-)? Ya lagi-lagi karena diuraikan oleh mikroba itu tadi. Untuk kalium prosesnya kurang lebih sama. Yang diserap tanaman itu senyawa K+. Sedangkan dipupuk, mayoritas senyawanya adalah K2O. Butuh kinerja mikroba juga untuk menguraikan senyawa K2O menjadi senyawa K+. Untuk mineral yang lain, prosesnya sama. Jadi kesimpulannya senyawa kimia yang ada dipupuk, bisa diserap oleh tanaman jika senyawa kimianya diuraikan terlebih dahulu oleh mikroba.

Oleh karena itu, ketika kita memutuskan pupuknya adalah kimia sintetis (Urea, SP 36, NPK Phonska, KCl, dsb) jangan lupa diikuti dengan penebaran/penyemprotan mikroba. Makanya seperti cara promosi berbagai macam produk organik seperti EM4, NASA, Microgass dan berbagai macam produk lainnya, berani bilang "Produk kami mampu menghemat penggunaan pupuk kimia sampai 50%". Masuk akal nggak? iya masuk akal, karena keberadaan mikroba di-produk mereka itulah yang akan menguraikan pupuk kimia secara sempurna dalam kurun waktu yang relatif lebih cepat. Sehingga tanaman lebih cepat menyerap unsur hara, walaupun dosisnya dikurangi 50% sekalipun. Kalau pupuk kimia misalnya Urea ditebar tanpa disertai dengan mikroba bagaimana? Urea itu butuh waktu sekitar 5 hari untuk menguraikan CO(NH2)2 sampai menjadi nitrat (NO3-). Nah selama kurang lebih 5 hari itu, apakah yang terjadi dengan urea? bisa menguap, bisa hanyut terbawa air dan banyak hal kan? Banyak pakar yang menghitung bahwa potensi urea yang hilang/tidak terserap setelah ditebar itu bisa mencapai 50% sampai 60%. Nah kan? 50% hilang kan? buang-buang duit kan?

Mikroba itu apa?
Mikroba itu sebenarnya adalah makhluk halus, yang jenisnya adalah bakteri dan jamur (cendawan). Sebenarnya di alam ini, mikroba bisa hidup bebas berdampingan dengan berbagai macam tanaman. Namun seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, beberapa mikroba yang menguntungkan bisa di-isolat, dikondisikan dan dikembangbiakkan oleh manusia. Bahkan dengan menggunakan teknologi khusus di pabrik, beberapa bakteri yang efektif, bisa dikondisikan dan dikembangbiakkan. Seperti contohnya ada produk dengan merk EM-4 (Effective Microorganism-4) yang terdiri 4 jenis bakteri. Walaupun hanya terdiri adri 4 jenis bakteri, tetapi EM-4 sudah terbukti efektif untuk menguraikan berbagai macam senyawa kimia, sehingga mampu menyuburkan tanaman. Selain EM-4 apakah masih ada produk lain? Banyak ... produknya NASA deangan merk dagang hormonik, pestona, Glio, BVR dsb itu juga bisa menguraikan berbagai macam senyawa kimia. Produk minuman susu fermentasi merk Yakult juga bisa. Yakult itu kan mengandung bakteri lacto bacillus to? bakteri ini perannya bisa menguraikan nitrogen, atau biasa diistilahkan bakteri penambat nitrogen.

Apakah mikroba itu harus beli? ya nggak juga ... asalkan kita tahu tempat hidupnya mikroba, maka kita bisa saja mengembangbiakkan sendiri. Tempat hidup mikroba itu dimana sih? Yang sering diteliti dan ditulis oleh para ahli, tempatnya ada di bonggol pisang, bonggol bambu, kulit nanas, kulit pisang, bintil akar tanaman biji-bijian (kedelai, kacang hijau, edamame, koro dsb), dan masih banyak lagi. Kalau mau dikembangbiakkan bagaimana? ya bisa sih, nggak sulit kok...hanya butuh tlaten saja. Misal bakterinya kita ambil dari kulit nanas. Caranya, cukup sediakan air matang yang sudah didinginkan, siapkan wadah yang ada tutupnya (jirigen, botol aqua bekas dsb), kemudian rendam kulit nanasnya di wadah itu tadi dan tambahkan gula. Gulanya bebas sih, bisa gula pasir atau gula merah/gula kelapa atau molase/tetes tebu atau apapun yg mengandung zat gula. Kenapa harus zat gula? karena zat gula itu adalah makanan mikroba itu tadi. Selama mikroba itu dikasih zat gula, maka mikroba tadi akan berkembang biak dengan cara membelah diri. Nah zat gula yang dimakan (diuraikan) oleh mikroba itu akan berubah bentuknya menjadi alkohol. Selama proses itu ada dampak lain yaitu terbentuknya gas metan. Kalau tutup wadahnya tidak pernah dibuka, maka gas metan itu bisa meledak. Makanya sebaiknya per 1 x 24 jam (sehari semalam) penutup wadahnya perlu kita buka sebentar, kemudian ditutup kembali. Apa tandanya proses pengembangbiakan atau istilahnya fermentasi ini berhasil? ketika mengeluarkan aroma alkohol dan tidak berbau busuk, maka hampir bisa dipastikan proses fermentasi itu berhasil. Untuk selanjutnya mikroba yang kita kembang biakkan sendiri itu istilahnya adalah Mikro Organisme Lokal atau disingkat MOL. Para sahabat petani sudah sering mendengar istilah MOL kan ya?

Nggak tlaten fermentasi sendiri dan nggak mau beli produk mikroba siap saji, apakah kita tidak bisa mengkondisikan kehidupan mikroba di lahan kita? Masih sangat bisa. Caranya? setahun sekali, kita perlu menanam biji-bijian atau polowijo di lahan kita. Apa saja jenis biji-bijian itu? ya mulai kedelai, kacang hijau, edamame, koro pedang dan lain sebagainya. Tinggal kita pilih aja kira-kira tanaman biji-bijian apa yang harga jualnya paling tinggi. Kenapa harus biji-bijian? Tanaman biji-bijian itu, akarnya kan berbetuk bintil-bintil. Orang biasanya menyebut bintil akar. Nah dibagian bintil akar inilah berbagai macam jenis mikroba tumbuh. Termasuk mikroba yang mampu menyuburkan tanaman akan tumbuh dan berkembang disitu. Bisa dibayangkan selama satu musim (+- 4 bulan) berapa jumlah mikroba yang ada dilahan kita selama ditanami tanaman biji-bijian (polowijo)? banyak sekali pastinya kan? Logikanya setelah panen biji-bijian (kedelai/kacang hijau dsb) terus lahan kita ditanami padi, kira-kira padinya subur apa tidak? Saya yakin tanaman padi kita akan subur. Nah kan? ternyata standarisasi kalender tanam pranoto mongso yang dipake nenek moyang kita canggih ya? Kan ratusan tahun yang lalu, sistem kalender pranoto mongso, sudah ditulis bahwa selama 3 musim dalam setahun, harus ada 1 musim yang ditanami polowijo, 2 musim sisanya bisa padi atau jagung. Ternyata keberadaan mikroba penyubur tanaman inilah, yang menjadi salah satu alasan kenapa nenek moyang kita mengharuskan para petani menanam kedelai.

O iya selain menyuburkan tanaman, beberapa mikroba itu juga mempunyai peran ganda, yaitu untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Ada beberapa jenis mikroba yang sering dimanfaatkan oleh petani seperti misalnya jamur Beauveria Bassiana (BVR). Jamur jenis BVR ini, fungsinya bisa tumbuh secara parasit pada serangga (ulat, kupu, belalang dsb). Nah karena serangga tadi terinveksi jamur, lama-kelamaan serangga tadi bisa mati pelan-pelan dipenuhi oleh jamur. Merk dagang jamur beauveria bassiana ini juga banyak, produk NASA mengeluarkan merk BVR, ada merk Bisma, Microgass dan lain sebagainya. Selain BVR, para petani juga sering menggunakan jamur Trichoderma sp. Jamur Trichoderma ini, bisa difungsikan untuk membunuh hama jamur lain seperti serangan hama blast, hawar daun, putih palsu dsb. Ada lagi jamur Gliocladium sp, dimana jamur Gliocladium ini fungsinya sama dengan trichoderma. Mikroba yang dimanfaatkan untuk membunuh hama ini biasanya diistilahkan agen hayati.

Oke sampai disini, kayaknya tulisan saya sudah terlalu panjang. Memang pertanian itu kalau dikupas, ilmunya panjang, lebar dan tinggi...nggak habis habis pokoknya. Sementara cukup ini dulu, semoga ada guna dan manfaatnya bagi sedulur-sedulur petani.

Address

Trihanggo Gamping
Yogyakarta City
55291

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kebun Agro Mandiri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kebun Agro Mandiri:

Share